Percepatan Eliminasi Malaria, Waspadai Mobilitas Masyarakat
- 16 Mei 2025 08:53 WIB
- Malinau
Pertemuan Program Percepatan Eliminasi Malaria Tahun 2025 yang digelar Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) kabupaten Malinau di Ruang Intulun, Rabu (14/5/2025) kembali digelar. Kegiatan yang dibuka Sekda Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H, itu menjadi langkah penting dalam upaya Pemkab Malinau untuk keluar dari daftar daerah endemis malaria di provinsi Kalimantan Utara.
Dalam sambutannya, Sekda Malinau menekankan pentingnya komitmen lintas sektor dalam menanggulangi malaria khususnya. Karena wilayah Kabupaten Malinau dan Bulungan saat ini mungkin terdeteksi terhadap kondisi malaria. la juga menggarisbawahi risiko penyakit ini terhadap pembangunan daerah, terutama dalam bidang kesehatan, ekonomi, dan pariwisata.
"Jika Malinau masih tercatat sebagai daerah rawan malaria, maka ini akan menjadi penghambat bagi sektor lain, termasuk pariwisata dan mobilitas masyarakat. Kita tidak ingin Malinau menjadi daerah yang terkena travel warning hanya karena masih ditemukan kasus malaria," tegasnya.
Sekda juga menyinggung pentingnya edukasi masyarakat serta pemetaan potensi penularan berdasarkan wilayah, mata pencaharian, dan mobilitas penduduk. la menyebut bahwa penyelidikan epidemiologi harus dilakukan secara mendalam untuk menelusuri sumber-sumber kasus.
Termasuk dugaan kasus impor dari luar daerah maupun luar negeri. "Kita juga harus mewaspadai adanya kasus impor atau kasus penyakit yang berasal dari atau dibawa oleh orang dari luar daerah," ungkap Sekda mengajak seluruh tim untuk selalu waspada penyakit malaria ini.
Sementara itu, dr. Junita Rosa, Ketua Bina Wilayah Malaria Provinsi Kalimantan Utara dari Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa kunjungan tim ke Malinau merupakan bagian dari asesment lanjutan eliminasi malaria yang sudah dimulai sejak Oktober 2024. "Eliminasi malaria adalah kondisi ketika tidak terjadi penularan setempat selama tiga tahun berturut-turut dan angka kesakitan malaria berdasarkan API di bawah 1, serta presentase kurang dari 5 persen." ungkapnya.
Dirinya juga berharap agar melalui pertemuan ini mampu mendorong percepatan langkah eliminasi malaria di Malinau."Serta memperkuat sinergi antar instansi dalam menanggulangi penyakit menular yang masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat pedalaman dan perbatasan," tukasnya.(*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....