Era Digital, Guru Harus Pahami Hati Anak, Bukan Hanya Ajarkan Pelajaran
- 30 Sep 2026 22:20 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau — Di ruang kelas dan ruang guru SDN 004 Malinau Kota, Selasa (29/9/2026), Bupati Wempi W. Mawa, S.E., M.H., menyampaikan pesan yang sederhana namun dalam: di zaman yang serba terhubung ini, peran guru dan orang tua bukan sekadar mengajar, melainkan memahami apa yang ada di hati anak-anak.
Anak-anak masa kini tumbuh besar bersama gawai dan dunia maya. Teknologi membuka banyak pintu pengetahuan, tetapi juga membawa pengaruh yang tak terlihat jika tidak didampingi dengan kasih dan perhatian. "Mereka sangat dekat dengan teknologi. Mari kita pelajari karakter mereka, bukan sekadar melihat apa yang mereka lihat di layar," ujar Bupati lembut.
Beliau mengajak para guru untuk peka terhadap perubahan kecil pada diri setiap murid. Anak yang tiba-tiba murung, mudah marah, kasar, atau tak bersemangat, bisa jadi sedang memikul beban yang tak diketahui siapa pun — mungkin ada hal yang terjadi di rumah, yang belum sanggup mereka ceritakan. "Kalau anak masuk sekolah tidak ceria, bisa jadi ada masalah di hatinya. Itu tugas kita untuk mendekat, bertanya, dan membantu. Sekolah harus menjadi tempat yang paling aman bagi mereka," tegasnya.
Bupati juga mengingatkan: teladan adalah guru yang paling jitu. Jika guru bersih hati dan disiplin, anak-anak akan meneladaninya tanpa disuruh. Jika guru menyapa dengan senyum dan perhatian, anak-anak pun akan belajar menghargai sesama. "Perilaku kita adalah buku yang mereka baca setiap hari. Lingkungan sekolah dan keluarga adalah tempat pertama mereka belajar menjadi manusia yang baik," pungkasnya.(*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....