Bupati Malinau Dorong Batik Lokal Naik Kelas, dari Pelatihan Jadi Peluang Ekonomi
- 25 Agt 2026 20:08 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau – Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., mengapresiasi pelaksanaan Pelatihan Membatik yang digelar TP-PKK Malinau bersama Dekranasda. Hal tersebut disampaikan Bupati Wempi saat ditemui usai menutup secara resmi pelatihan membatik di Rumah Batik Malinau, Senin (24/8/2026).
Pelatihan tersebut menjadi salah satu cara mengisi peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kegiatan diikuti 11 kelompok lembaga etnis/adat di Kabupaten Malinau serta kalangan milenial.
Menurut Bupati Wempi, para peserta telah mengikuti pelatihan selama lebih dari tujuh hari dan menghasilkan berbagai karya, mulai dari batik tulis hingga batik cetak atau cap.
“Semangat mengisi kemerdekaan adalah bagaimana manusia memiliki keterampilan dan mampu membaca peluang, terutama peluang ekonomi,” ujar Bupati Wempi.
Ia menilai keterampilan membatik dapat menjadi salah satu modal untuk mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal yang mengangkat kearifan lokal Malinau.
Bupati juga mengapresiasi langkah TP PKK dan Dekranasda yang tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Para peserta diberikan kesempatan untuk terus beraktivitas dan memperdalam keterampilan membatik di Rumah Batik Malinau.
“Kalau tujuh hari mungkin belum cukup. Mereka nantinya bisa mendapat kesempatan lebih maksimal lagi. Harapan kita, suatu saat mereka bisa mandiri dalam membatik dan mampu memproduksi secara massal,” katanya.
Menurutnya, keberlanjutan pelatihan menjadi hal penting agar keterampilan yang telah diperoleh peserta dapat berkembang menjadi kegiatan produktif. Bahkan, hasil karya mereka nantinya diharapkan dapat memiliki nilai ekonomi dan memberikan tambahan penghasilan.
“Kita tidak berhenti dengan pelatihan saja, tetapi juga membina ruang keberlanjutan, termasuk peluang mereka untuk mendapat penghasilan,” jelasnya.
Bupati Wempi turut memberikan perhatian terhadap kreativitas para peserta, khususnya kalangan milenial yang mulai menghadirkan motif-motif baru.
Ia melihat adanya kolaborasi antara kemampuan desain, keterampilan melukis dan pemilihan warna yang menghasilkan motif batik dengan kualitas menarik.
“Luar biasa, mereka punya dasar-dasar yang kemudian dikolaborasikan sehingga menjadi sebuah produk yang bisa kita lihat hari ini,” ungkapnya.
Ia berharap kreativitas tersebut terus dikembangkan sehingga batik Malinau semakin memiliki ciri khas, diminati masyarakat dan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM maupun generasi muda di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....