KBC, Guru Dituntut Membentuk Karakter Generasi
- 28 Jul 2026 20:34 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. Muhammad Saleh, M.Pd.I., menegaskan tentang implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Dalam sosialisasi KBC bagi guru Madrasah dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Angkatan I lingkungan Kanwil Kemenag Kaltara, Selasa (28/7/2026), Muhammad Saleh menjelaskan perbedaan mendasar antara sekadar mengajar dan mendidik.
.
“Jika orientasi kita hanya mengajar untuk mengamalkan kecerdasan otak, barulah tugas kita sebagai guru tercapai. Namun tugas kita sebagai pendidik belum berhasil. Siapapun bisa mengajar, tapi tidak semua orang mampu menjadi pendidik sejati,” tegasnya.
Ia menjelaskan, mengajar hanya sebatas mentransfer ilmu yakni masuk kelas, membuka buku, menyampaikan materi, lalu selesai. Sedangkan mendidik adalah tugas jauh lebih berat, mengubah watak dan karakter peserta didik. “Dalam satu kelas berisi 30 anak, terdapat 30 watak dan karakter yang berbeda. Tidak ada satu pun yang sama persis. Di sinilah peran pendidik diuji: mampu memahami ilmu pedagogi dan menempatkan karakter anak ke arah yang baik demi masa depan mereka,” ujarnya.
Dalam implementasi KBC, terdapat lima poin utama yang harus dihayati dan diterapkan guru dalam pembelajaran maupun kehidupan sehari‑hari. Antara lain adalah menanamkan rasa cinta kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Anak didik diajak menyadari bahwa manusia lahir sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi, serta mengenali nilai‑nilai dasar ajaran agama.
“Seluruh agama memiliki tujuan yang sama, hanya berbeda cara pendekatan. Kita berhasil jika umat semakin dekat dengan ajaran agamanya. Inilah tugas utama guru madrasah dan guru agama tidak semua orang mampu melaksanakannya,” bebernya.
Kemudian, mengajarkan anak cinta kepada diri sendiri dan cinta kepada sesama. “Kita semua hadir di sini karena adanya cinta. Tanpa cinta, tidak akan ada proses maupun hasil yang baik dalam pendidikan,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, pejabat terkait lingkungan Kemenag, serta puluhan guru se‑Kabupaten Malinau. "Sosialisasi ini menjadi langkah nyata Kemenag Kaltara untuk memastikan pendidikan tidak hanya mencetak anak cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter mulia, beriman, dan saling mengasihi," tuturnya. (Dayat)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....