Sosialisasi KBC, Malinau Tekankan Pendidikan Karakter

  • 28 Jul 2026 20:29 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, MALINAU – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Malinau, Tjito Wijaya, S.T., M.T., mewakili Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Kementerian Agama Kabupaten Malinau Tahun 2026 di Aula SM SLB Negeri Malinau, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Kanwil Kemenag Kaltara, pejabat terkait, serta ratusan guru Madrasah dan Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Malinau.

Ia menegaskan guru merupakan ujung tombak pembangunan sumber daya manusia. “Di tangan para guru, masa depan bangsa dipersiapkan melalui pendidikan yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, melainkan juga membentuk karakter, akhlak, dan kepribadian peserta didik,” ujarnya.

Tjito Wijaya mengingatkan tantangan era digital yang semakin kompleks menuntut pendidikan tidak hanya mencetak anak cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan moral, kepedulian sosial, kemampuan menghargai perbedaan, serta semangat hidup berdampingan dalam keberagaman.

“Kami menyambut baik gagasan Kurikulum Berbasis Cinta yang digagas Kementerian Agama. Ini langkah strategis memperkuat pendidikan karakter dengan menempatkan nilai cinta sebagai fondasi utama pembelajaran,” tegasnya.

Nilai cinta dalam kurikulum ini bukan sekadar ungkapan kasih sayang, melainkan melahirkan sikap saling hormat, toleransi, moderasi beragama, kepedulian sesama, hingga kecintaan kepada bangsa dan negara. “Keberagaman suku, agama, budaya di Malinau adalah kekayaan yang harus terus dirawat lewat pendidikan,” imbuhnya.

Para guru diharapkan menjadikan ruang kelas tempat aman dan nyaman bagi anak untuk tumbuh, menjadi teladan lewat sikap dan tindakan nyata, serta mengintegrasikan nilai kasih sayang dan persatuan dalam setiap kegiatan belajar. Selain itu, diperlukan sinergi erat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat karena pembentukan karakter adalah tanggung jawab bersama.

“Mari menjadi agen perubahan yang melahirkan generasi cerdas, berkarakter, moderat, dan berakhlak mulia. Semoga sosialisasi ini tak hanya berhenti pada pemahaman, tapi benar-benar diterapkan di madrasah maupun sekolah umum demi kemajuan pendidikan daerah,” harapnya. (dayat)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....