Ciptakan Sekolah Aman dan Menyenangkan lewat Disiplin Positif
- 29 Jun 2026 15:59 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau – Menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk tindak kekerasan menjadi fokus utama pembinaan satuan pendidikan tingkat SMA di wilayah Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung (KTT).
Hal ini disampaikan Yoseva Silaen., S.Sos., M.Pd, selaku Kepala Seksi Pembinaan SMA Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Utara (Kaltara) wilayah Malinau dan KTT, terkait dengan pencegahan perbuatan seksual secara verbal kepada pelajar tingkat sekolah SMA dan SMK.
Menurutnya, upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus didukung dengan penerapan konsep lingkungan belajar yang menyenangkan. Salah satu kuncinya adalah penerapan disiplin positif yang jauh dari pendekatan kekerasan.
“Kami sampaikan bagaimana menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari tindak kekerasan. Selain itu, juga dibahas cara menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui disiplin positif, merancang tata ruang kelas yang cerdas dan terbuka, serta membangun sistem yang transparan bagi semua pihak,” ujar Yoseva.
Aspek penting lainnya adalah membangun komunikasi dua arah yang baik antara pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Komunikasi yang berjalan dengan baik akan melahirkan rasa saling pengertian dan empati di lingkungan sekolah.
“Komunikasi dua arah antara guru, tenaga kependidikan, dan siswa harus tumbuh rasa empati. Kegiatan pembinaan seperti ini kami lakukan sesering mungkin pada setiap kesempatan yang ada,” bebernya.
Yoseva juga mengingatkan bahwa perubahan budaya sekolah yang aman dan bermutu tidak terjadi secara instan. Ia berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat terus berproses hingga mencapai tujuan utama. "Yaitu mewujudkan satuan pendidikan yang benar‑benar terbebas dari segala bentuk tindak kekerasan," ujarnya.
“Hasilnya memang tidak instan, namun kami berharap pembinaan ini terus dilakukan secara rutin dan berprogres, sehingga tercapai apa yang kita inginkan: satuan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan,” pungkasnya. (Dayat)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....