Angka Melek Huruf Malinau Tinggi

  • 17 Feb 2026 23:05 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - Angka melek huruf di Kabupaten Malinau tergolong tinggi dengan capaian 94,14 persen pada 2024. Namun, masih terdapat 5,86 persen penduduk usia 15 tahun ke atas yang belum dapat membaca dan menulis atau buta huruf.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Malinau 2025 menunjukkan, angka melek huruf laki-laki di mencapai 95,81 persen dengan angka buta huruf sebesar 4,19 persen. Sementara, perempuan memiliki angka melek huruf sebesar 92,21 persen dan angka buta huruf mencapai 7,79 persen.

“Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya pengaruh isu gender dalam kemampuan baca tulis masyarakat. Perbedaan ini menjadi catatan penting dalam upaya pemerataan akses pendidikan,” ungkap Kepala BPS Malinau, Yanuar Dwi Christyawan, belum lama ini.

Kemampuan literasi menjadi salah satu indikator dalam menilai pembangunan pendidikan. Angka melek huruf mencerminkan kemampuan masyarakat membaca dan menulis, baik huruf latin, huruf arab, maupun huruf lainnya.

"Kemampuan baca tulis dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan program pemberantasan buta huruf. Selain itu, indikator ini menunjukkan kemampuan penduduk dalam berkomunikasi secara lisan dan tertulis serta menyerap informasi dari berbagai media,” imbuhnya.

Selain indikator literasi, jenjang pendidikan tertinggi penduduk juga menggambarkan capaian pembangunan pendidikan. Penduduk usia 15 tahun ke atas di Kabupaten Malinau merupakan lulusan SMA/sederajat sebesar 27,24 persen.

Sekitar 23,83 persen penduduk merupakan lulusan SMP/sederajat, 19,48 persen lulusan SD/sederajat, serta 17,33 persen telah menamatkan pendidikan hingga Diploma atau Sarjana. Adapun penduduk yang tidak mempunyai ijazah masih mencapai 12,12 persen.

BPS menyebutkan semakin baiknya tingkat pendidikan di daerah juga terlihat dari meningkatnya capaian pendidikan yang ditamatkan pada jenjang lebih tinggi. Pendidikan dinilai sebagai sarana membentuk manusia yang terampil dan produktif sehingga dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tingkat pendidikan masyarakat juga menentukan maju atau tidaknya suatu daerah. (Ading/sti)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....