PAD Malinau Belum Maksimal, Dorong Investasi Demi Kesejahteraan Masyarakat
- 04 Okt 2026 20:16 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau — Bupati Malinau, Wempi W Mawa mengakui Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum maksimal. Bahkan, dana bagi hasil terutama batu bara juga terus menurun.
PAD belum mencapai Rp200 miliar. Sedangkan pendapatan dari bagi hasil batu bara terus yang semula Rp3,1 triliun, kini tinggal Rp2,3 triliun, berkurang Rp800–900 miliar.
Cadangan batu bara diperkirakan tersisa 3–4 tahun lagi. "Kita tidak tahu dari mana sumber pendapatan ke depan. Sementara beban rutin hampir Rp1 triliun lebih untuk membayar ribuan pegawai dan tenaga P3K. Bagaimana kita melangkah? Salah satu jalannya adalah investasi," kata Wempi W. Mawa dalam Rapat Kerja Lembaga Adat Besar Dayak Punan di gedung BPU Desa Respen Tubu, Jumat (2/10/2026).
Energi adalah kunci kekuatan ekonomi. Pembangunan sumber energi perlu didukung, namun pembagian fungsi wilayah harus jelas. Daerah mana yang dikembangkan dan dilestarikan. Saat investasi masuk, sering muncul sengketa batas dan wilayah.
"Duduklah bersama, bicarakan dengan tenang, petakan kepentingan, lalu cari solusi yang adil. Dukung investasi, tetapi pastikan kesejahteraan masyarakat setempat tetap menjadi yang utama," tegas bupati.
Kondisi aman dan tertib adalah syarat mutlak, tidak ada investor yang mau masuk ke daerah jika tidak tenang. Jadi ada tiga hal yang selama ini dijaga baik di Malinau dan harus terus dipelihara yakni ketenteraman, kerukunan, dan kepastian hukum atas wilayah.
"Hutan kita telah lama diambil melalui berbagai izin. Sekarang saatnya merencanakan apa yang akan menjadi penopang hidup kita setelah itu habis. Jangan biarkan kekayaan lewat begitu saja tanpa meninggalkan manfaat nyata bagi warga," pesannya.
Langkah ini kata Wempi, menuntut kebersamaan semua pihak yaitu pemerintah, lembaga adat, dan seluruh masyarakat berjalan seirama agar Malinau tetap berdiri tegak serta sejahtera. (Dayat)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....