Pemda Siapkan Saluran Jaringan Terpadu Air, Listrik dan Telekomunikasi

  • 30 Sep 2026 20:16 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, MALINAU — Fenomena pembongkaran jalan yang terjadi berulang kali demi pemasangan pipa air, kabel listrik, hingga jaringan telekomunikasi kerap dikeluhkan masyarakat Kabupaten Malinau. Kondisi tersebut tak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga memicu kerusakan infrastruktur dan pembengkakan anggaran.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kabupaten Malinau, Elviana, mengusulkan solusi jangka panjang berupa penyediaan saluran terpadu (utility ducting) dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Perkotaan.

"Saat ini semuanya ditanam terpisah di dalam tanah. Jalan sudah bagus dibongkar untuk pasang pipa air, ditutup kembali. Tak lama kemudian dibongkar lagi untuk jaringan listrik, lalu ditutup lagi. Setelah itu giliran kabel telekomunikasi," ujar Elviana.

Menurutnya, pola pembangunan infrastruktur utilitas yang berjalan sendiri-sendiri tersebut harus segera dibenahi agar efisiensi pembangunan dapat tercapai.

"Padahal kita semua sama-sama membutuhkan jaringan tersebut. Akibatnya jalan terus rusak, warga terganggu, dan biaya jadi berlipat ganda," tegasnya.

Elviana memaparkan bahwa konsep ideal pembangunan kawasan perkotaan modern adalah menyediakan satu jalur atau wadah khusus (box culvert/ducting) di bawah permukaan jalan yang mampu menampung seluruh jenis utilitas sekaligus, seperti yang telah diterapkan di negara-negara maju.

"Kalau sudah ada saluran khusus, tinggal masukkan pipa, kabel listrik, dan kabel telekomunikasi ke dalamnya. Tidak perlu lagi membongkar permukaan jalan berkali-kali," jelas Elviana.

Ia berharap gagasan saluran terpadu ini dapat terakomodasi dan masuk sebagai program prioritas dalam dokumen RDTR Perkotaan Malinau. Kendati menjadi bagian dari perencanaan tata ruang, realisasi fisik di lapangan nantinya membutuhkan kolaborasi lintas sektoral bersama instansi penyedia layanan publik seperti PDAM, PLN, dan perusahaan telekomunikasi.

"Ini pekerjaan rumah kita bersama. Jika tidak diatur sejak perencanaan, pola pembongkaran jalan yang berulang akan terus terjadi. Mari kita wujudkan saluran terpadu ini agar Malinau tertata rapi, efisien, dan tertib," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....