Sinergi Instansi Diperlukan dalam Peningkatan Pelayanan Perhubungan
- 19 Sep 2026 16:14 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau — Sebagai upaya meningkatkan pelayanan perhubungan di Kabupaten Malinau, diperlukan sinergi antarinstansi. Harapan itu disampaikan Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Drs. H. Kamran Daik, M.Si., dalam peringatan Hari Ulang Tahun Perhubungan ke-55 Tahun 2026 yang digelar di Bandara Kolonel R.A. Bessing Malinau, Jumat (18/9/2026).
Ia menekankan pentingnya keselamatan dan sinergi antarinstansi dalam pelayanan perhubungan bagi masyarakat. "Pemerintah daerah memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada UPBU Bandara Kolonel R.A. Bessing Malinau selaku pelaksana peringatan HUT Perhubungan ke-55. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sebagai wujud komitmen bersama membangun pelayanan perhubungan yang lebih baik," ujar H. Kamran Daik.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau memberikan dukungan penuh terhadap seluruh bidang perhubungan, tidak hanya transportasi udara, tetapi juga transportasi darat dan sungai.
"Perhubungan harus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Yang paling utama dan menjadi prioritas adalah keselamatan pengguna jasa baik di transportasi udara, darat, maupun sungai," tegasnya.
Kamran Daik menyoroti sejumlah musibah yang baru terjadi, termasuk kecelakaan kapal yang diduga terkait kurang optimalnya sistem navigasi dan alat peringatan. "Banyak kecelakaan kapal terjadi karena navigasi tidak berfungsi dengan baik, termasuk sistem alarm keselamatan yang tidak beroperasi. Jika alarm sudah berbunyi sejak awal, kesiapsiagaan sudah terbangun dan evakuasi dapat dilakukan lebih dini. Jangan sampai kejadian berlangsung tiba-tiba tanpa peringatan, seolah-olah tertidur lelap lalu kapal oleng dan langsung terbalik," pesannya.
Secara umum fasilitas perhubungan di Kabupaten Malinau dinilai sudah cukup memadai dan berjalan baik. Dengan tingkat kecelakaan yang relatif rendah di jalur darat maupun sungai. Kendala yang sering dihadapi lebih bersifat alamiah, seperti kabut asap yang menghambat perjalanan kapal dari Tarakan ke Malinau. Hal itu membuat perjalanan yang seharusnya lebih singkat justru memakan waktu hingga malam hari karena juragan demi keselamatan penumpang.
"Kendala utamanya bukan pada fasilitas, melainkan kondisi alam yang kurang bersahabat. Maka navigasi dan alat bantu penerangan harus tetap dijaga keandalannya agar tetap siap menghadapi kondisi tersebut. Semoga perhubungan di Malinau semakin aman, lancar, dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya," pungkas H. Kamran Daik. (Dayat)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....