BPOM Tarakan Paparkan Konsep Penilaian KKPA

  • 09 Sep 2026 10:44 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau — Kepala Balai Pengawasan Obat, Makanan dan Minuman (BPOM) Tarakan, Iswandi, memaparkan secara mendalam konsep dan mekanisme penilaian Kabupaten-Kota Pangan Aman (KKPA) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau, Selasa (8/9/2026) secara zoom meeting atau daring.

Kegiatan ini mengacu pada edaran Kementerian Dalam Negeri pada Maret 2025, yang meminta seluruh Sekda kabupaten/kota di Indonesia untuk menunjuk penanggung jawab (PIC) terkait kompetensi keamanan pangan.

Iswandi menjelaskan keamanan pangan dalam penilaian ini bersifat sangat komprehensif, mencakup keseluruhan rantai pasok dari kebun hingga meja makan (from farm to table). Sesuai Peraturan Pemerintah tentang Keamanan Pangan dikelompokkan menjadi tiga kategori utama yaitu pangan segar, siap saji dan olahan.

Lebih rinci, dalam pos keamanan pangan dibagi menjadi lima cakupan spesifik adalah pangan industri rumah tangga, siap saji, segar asal hewan, segar asal tumbuhan, serta segar asal ikan. "Ini mengacu kepada produknya, bukan kepada instansi tertentu. Jadi setiap OPD terkait berperan sesuai jenis produk yang menjadi lingkupnya," tegas Iswandi.

Ia juga menyampaikan pengalaman pendampingan di dua kabupaten lainnya. Kabupaten Bulungan telah meraih nilai 80-an dan masuk dalam peringkat 40 besar se-Indonesia, sedangkan Kabupaten Nunukan mencapai nilai 70-an pada tahun keduanya mengikuti penilaian. "Kami berharap nanti kita lihat potret di Kabupaten Malinau untuk seperti apa," ujarnya.

Hal krusial yang sering menjadi kendala adalah kelengkapan bukti pendukung. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, banyak kabupaten/kota yang merasa penilaian mandirinya sudah tinggi, namun setelah diverifikasi oleh sembilan kementerian/lembaga di pusat, nilainya turun lebih dari separuh.

"Kegiatan ini sebenarnya adalah kegiatan rutin yang sudah kita laksanakan bersama. Yang membutuhkan perhatian adalah bukti-bukti pendukungnya yang harus dilampirkan. Jangan sampai nilai tinggi di awal, namun terpotong saat diverifikasi pusat," imbau Suwandi.

Materi teknis dan pengisian instrumen selanjutnya akan disampaikan oleh rekan-rekannya dari BPOM Tarakan. "Saya berharap sinergi dan komitmen bersama dapat memperkuat upaya mewujudkan pangan yang aman, bermutu, dan layak dikonsumsi bagi seluruh masyarakat Malinau," tuturnya. (Dayat)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....