Dorong Pembudidaya Ikan Mandiri, Targetkan Pergeseran Pola Bantuan
- 04 Sep 2026 20:42 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Wabup Malinau meminta Dinas Perikanan memantau ketat bibit dan pakan bantuan hingga masa panen tiba, agar bantuan benar-benar menghasilkan bagi pembudidaya ikan.
- Pemkab Malinau salurkan 159.375 ekor benih ikan, 95 pasang indukan, serta sarana pendukung senilai Rp541.875.360 kepada 41 Pokdakan di enam kecamatan.
- Jakaria targetkan pola bantuan bibit disetop tahun depan, digantikan pembinaan kolam tidak produktif agar petani mandiri secara bertahap.
RRI.CO.ID, Malinau – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau berharap pembudidaya ikan tidak lagi bergantung pada bantuan budidaya perikanan setiap tahun. Wakil Bupati (Wabup) Malinau, Jakaria menegaskan bantuan bibit dan pakan tahun ini harus benar-benar membuahkan hasil bagi petani.
Hal itu disampaikan Jakaria usai menghadiri pemberian bantuan sarana dan prasarana budidaya perikanan dan panen perdana musim tebar ketiga di Minapolitan 7, Desa Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara, Jumat (4/9/2026). Ia meminta Dinas Perikanan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi ikut mengawal hasilnya hingga panen.
"Saya menginstruksikan kepada dinas perikanan khususnya untuk memantau bibit-bibit yang kita bantu pada hari ini, kemudian pakan yang diberikan pada hari ini untuk terus dipantau. Saya akan turun lapangan nanti untuk melihat sampai panen, apakah petani kita yang diberikan bantuan bibit ini betul-betul bisa panen pada saatnya nanti," ujar Jakaria, Jumat (4/9/2026).
Sebagai gambaran, bantuan yang disalurkan Pemkab Malinau tahun ini mencakup 159.375 ekor benih ikan, yakni 79.375 ekor ikan patin dan 80.000 ekor ikan nila, serta 95 pasang indukan lele, nila, dan mas. Bantuan juga meliputi sarana pendukung berupa 566 karung pakan pembesaran, 75 karung pakan benih PF 500, empat unit kolam terpal beserta rangka, dan satu unit high blow HP 200.
Total bantuan tersebut disalurkan kepada 41 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) yang tersebar di enam kecamatan, dengan anggaran mencapai Rp541.875.360. Bantuan ini mendasari harapan Pemkab agar hasilnya benar-benar termanfaatkan hingga tahap produksi, bukan sekadar bantuan konsumtif tahunan.
Menurut Jakaria, pola bantuan tahunan selama ini belum mencerminkan kemandirian pembudidaya ikan. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai catatan yang perlu diperbaiki bersama.
"Kita sebetulnya tidak mau berharap setiap tahun kita memberikan bantuan-bantuan seperti ini. Ini berarti menunjukkan bahwa kita masih belum mampu, atau petani kolam kita belum mampu mandiri," ujar Jakaria.
Ia berharap pemantauan yang lebih ketat tahun ini dapat mendorong petani mengelola bantuan secara maksimal hingga tahap pemasaran. Dengan begitu, hasil budidaya bisa menjadi sumber pendapatan tetap sekaligus membuka lapangan kerja pembudidaya ikan daratan di Malinau.
Jakaria bahkan menargetkan pola bantuan bibit dihentikan mulai tahun depan, digantikan dengan pembinaan bagi kolam-kolam yang belum produktif. "Kalau ini benar-benar diseriusi, kita berharap tahun depan tidak lagi kita membantu bibit, tapi lebih kepada kita membina untuk lebih mengembangkan kolam-kolam yang tidak produktif," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....