Sambut MTQ Provinsi, Wabup Larang Ambil Qari dari Luar

  • 11 Mei 2026 14:08 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Wakil Bupati Malinau menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak menggunakan peserta luar daerah dan lebih memilih mendatangkan pelatih ahli demi memberdayakan potensi asli warga Malinau.
  • LPTQ dan Kemenag diinstruksikan untuk segera melakukan pendataan serta kaderisasi terstruktur di sekolah dan pesantren guna menyiapkan peserta lokal menghadapi MTQ setiap tahunnya.

RRI.CO.ID, Malinau - Wakil Bupati Malinau, Jakaria, menegaskan Kabupaten Malinau akan memprioritaskan penguatan qari, qariah, hafidz dan hafidzah lokal menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Utara di Kabupaten Malinau.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Malinau tidak ingin bergantung pada peserta dari luar daerah demi mengejar prestasi cepat. Menurutnya, langkah tersebut tidak sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia daerah.

“Kita tidak mengambil atlet dari luar, tetapi kita mau anak Malinau ini yang dibina. Lebih baik kita membayar pelatih daripada mengambil atlet dari luar,” kata Jakaria saat menutup MTQ Ke-22 tingkat Kabupaten Malinau di Masjid At-Tauhid, Minggu (10/5/2026).

Ia menyebut pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan anggaran untuk pelaksanaan MTQ, termasuk persiapan Malinau sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Utara.

Menurut Jakaria, dukungan pemerintah tidak hanya ditujukan untuk penyelenggaraan acara, tetapi juga penguatan kapasitas peserta lokal agar mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

Ia mengatakan, keberhasilan MTQ harus diukur dari lahirnya lebih banyak generasi pembaca dan penghafal Al-Qur’an dari Kabupaten Malinau.

Karena itu, Jakaria meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) bersama Kementerian Agama memperkuat pendataan dan kaderisasi peserta potensial dari pondok pesantren, sekolah madrasah, tempat pengajian, hingga desa dan kecamatan.

“Saya berharap kita bisa mendata jumlah generasi pembaca Al-Qur’an di Kabupaten Malinau dan menyiapkan mereka untuk tampil,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta para guru ngaji dan pondok pesantren aktif menyiapkan generasi muda terbaik untuk mengikuti pembinaan dan kompetisi MTQ.

Jakaria optimistis dengan pola pembinaan berbasis potensi lokal, Malinau dapat meningkatkan daya saing pada MTQ tingkat provinsi tanpa harus mengandalkan peserta dari luar.

“Pak Bupati berpesan Malinau harus berani tampil dan harus menjadi juara,” katanya.

MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Utara dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Malinau pada Juni 2026. Pemerintah daerah menargetkan ajang tersebut menjadi momentum menunjukkan kesiapan Malinau sebagai tuan rumah sekaligus kualitas peserta lokal. (Ading)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....