Tiga Wilayah Kabupaten Malinau Dicanangkan Jadi Desa "Cantik"
- 29 Apr 2026 11:40 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau - Tiga wilayah di Kabupaten Malinau dicanangkan jadi desa cinta statistik (cantik) di tahun ini.
“Tanpa penguasaan data, kita ibarat berjalan tanpa arah. Jadi program desa cantik ini menjadi langkah penting dalam memastikan setiap perencanaan pembangunan di desa didasarkan pada data yang valid dan terpercaya,” kata Ajang Kahang S.Sos M.Si, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malinau pada acara pencanangan Program Desa Cantik di Aula Kantor Camat Malinau Barat, Rabu (29/4/2026) pagi.
Tahap awal, pencanangan difokuskan pada tiga desa, yakni Desa Tanjung Lapang, Desa Lidung Kemenci, dan Desa Semangaris, sebagai percontohan.
Program ini pelopori oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Malinau sebagai langkah strategis dalam mendorong pembangunan berbasis data di tingkat desa. Kemudian meningkatkan kapasitas pengelolaan data statistik desa agar lebih akurat, sistematis, dan berkelanjutan.
Ajang Kahang menegaskan, bahwa penguatan data menjadi kebutuhan mendasar di era digital saat ini. "Program ini sejalan dengan inovasi daerah Smart Government yang tengah dikembangkan Pemerintah Kabupaten Malinau, di mana seluruh layanan dan tata kelola pemerintahan diarahkan berbasis digital dan data," jelasnya.
Pemerintah daerah berkomitmen terus berkolaborasi dengan BPS dalam memberikan pelatihan maupun pendampingan kepada aparatur desa.
Meski ilmu statistik dikenal kompleks, pihaknya optimis melalui pembinaan bertahap, desa-desa mampu mengelola data secara mandiri.
“Kami dari Dinas Kominfo akan turut memfasilitasi dan mendukung penuh pelaksanaan program ini. Harapannya, data yang dihasilkan desa dapat tersusun rapi, akurat, dan dapat dimanfaatkan untuk penyusunan program pembangunan ke depan,” beber mantan Kadis Pariwisata dan Kebudayaaan Malinau ini.
Ditegaskan lagi, program desa cantik tidak hanya berhenti pada tahap pencanangan. Tetapi dilanjutkan dengan pelatihan, pembinaan hingga implementasi di tingkat desa. Dengan demikian, diharapkan mampu menyusun profil desa yang komprehensif serta mengoptimalkan pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan.
"Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas desa dalam mengelola data sekaligus mendorong percepatan pembangunan yang lebih tepat sasaran," harapnya.
Melalui program ini, desa-desa di Kabupaten Malinau diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pembangunan di era digital. Yaitu dengan menjadikan data sebagai landasan utama dalam setiap kebijakan dan program yang dijalankan. (Dayat)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....