Anggaran Terbatas, OPD Diminta Fokus Program Berdampak ke Warga
- 31 Mar 2026 15:15 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau - Bupati Malinau Wempi W, Mawa menegaskan bahwa arah pembangunan daerah 2027 harus selaras dengan kebijakan pemerintah pusat. Khususnya dalam mendukung target dan program strategis nasional.
Hal ini dinilai penting agar pembangunan daerah dapat berjalan efektif, terutama dalam aspek ekonomi, keuangan, dan stabilitas daerah.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk lebih selektif dalam menyusun program, mengingat keterbatasan anggaran. Program yang dirancang harus benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.
"Seperti penurunan angka kemiskinan, peningkatan daya saing daerah, pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)," ujar bupati saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Ruang Laga Feratu, Selasa (31/3/2026).
Wempi juga meminta kepada selruh OPD agar tetap fokus pada pelaksanaan program kegiatan pembangunan yang memiliki dampak besar bagi masyarakat luas. "Fokuslah pada kegiatan yang memiliki dampak nyata. Jangan terlalu banyak program, tapi tidak memberikan hasil yang signifikan," bebernya.
Pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyusunan RKPD. Seluruh usulan, baik dari masyarakat melalui Musrenbang maupun pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD, harus diprioritaskan berdasarkan kebutuhan yang paling mendesak.
Di tengah kondisi global yang tidak menentu, Bupati Wempi turut mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam pengelolaan anggaran. Perangkat daerah haru melakukan efisiensi terhadap kegiatan yang dinilai belum prioritas, guna memastikan program strategis tetap berjalan.
"Kita harus cermat melihat kondisi global saat ini. Jika ada kegiatan yang bisa ditunda atau diefisienkan, lakukan. Jangan sampai program prioritas justru tidak berjalan," ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan daerah dengan mengoptimalkan lahan-lahan produktif di desa. "Ini menjadi langkah antisipatif menghadapi berbagai kemungkinan situasi global, termasuk dampak konflik internasional," tuturnya. (Dayat)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....