Mutu Pendidikan Rendah, Disdik Malinau Siapkan Perbaikan
- 25 Mar 2026 15:42 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Mutu pendidikan Malinau masih di bawah rata-rata provinsi, terutama pada literasi dan numerasi.
- Disdik lakukan validasi data, sinkronisasi Dapodik, serta tindak lanjuti audit BPK 2025.
- Strategi perbaikan disiapkan berbasis 15 indikator SPM dan penguatan program pendidikan.
RRI.CO.ID, Malinau - Mutu pendidikan di Kabupaten Malinau masih berada di bawah rata-rata Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Dinas Pendidikan (Disdik) setempat kini menyiapkan langkah perbaikan berbasis data meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kepala Disdik Kabupaten Malinau, Muhammad Fiteriady, mengatakan kondisi tersebut menjadi pemicu untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
“Walaupun statusnya tuntas muda, secara nilai kita masih di bawah. Ini justru menjadi motivasi untuk terus berbenah,” ujarnya, belum lama ini.
Ia menjelaskan, rendahnya kemampuan literasi dan numerasi terjadi merata di seluruh wilayah. Kondisi ini tidak hanya ditemukan di daerah pedalaman dan perbatasan, tetapi juga di wilayah perkotaan.
“Masalah ini merata, tidak hanya di pedalaman. Di perkotaan juga ada, sehingga perlu penanganan menyeluruh,” katanya.
Menurutnya, Disdik Malinau telah melakukan validasi dan verifikasi data pendidikan dalam beberapa waktu terakhir. Data tersebut disinkronkan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan kondisi riil di lapangan. “Data itu kami bedah, kami validasi dan verifikasi agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga menindaklanjuti hasil audit kinerja dari BPK tahun 2025. Audit tersebut memberikan sejumlah rekomendasi yang menjadi dasar dalam memperbaiki mutu pendidikan.
“Kami sudah membahas hasil audit bersama DPRD. Ada beberapa instrumen yang harus diperbaiki,” ujarnya.
Fiteriady mengungkapkan, pihaknya juga meninjau kembali rencana strategis (Renstra) dinas agar selaras dengan visi-misi daerah. Langkah ini termasuk memperkuat program Wajib Belajar Malinau Maju.
Ia menyebut, terdapat 15 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan yang menjadi acuan kebijakan. Dari indikator tersebut, aspek literasi dan numerasi masih menjadi tantangan.
“Kalau indikator lain seperti kebinekaan dan kenyamanan sekolah sudah baik. Tapi kemampuan intelektual siswa masih perlu ditingkatkan,” katanya.
Meski demikian, Fiteriady optimistis langkah yang telah dimulai menjadi fondasi penting dalam jangka panjang. Disdik Malinau menargetkan peningkatan mutu pendidikan secara bertahap melalui kebijakan yang terarah. “Memang butuh waktu, tapi langkah awal ini penting agar arah kebijakan tetap fokus pada peningkatan kualitas pendidikan,” tuturnya. (Ading)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....