Wabub : OPD Teknis Harus Kreatif Tata Kawasan Rawan Banjir

  • 20 Mar 2026 10:43 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Wabup Malinau minta OPD teknis berinovasi menata kawasan rawan banjir melalui pembangunan adaptif seperti meninggikan atau merelokasi bangunan.
  • Pemkab lakukan evaluasi menyeluruh terhadap sarana prasarana, fasilitas sosial, dan permukiman sebagai dasar perencanaan ke depan.
  • Pendataan ulang fasilitas umum disiapkan agar pembangunan berikutnya tidak lagi berada di kawasan rawan banjir dan mengurangi dampak berulang.

RRI.CO.ID, Malinau - Wakil Bupati (Wabub) Malinau, Jakaria meminta OPD teknis berinovasi menata kawasan rawan banjir sebagai solusi jangka panjang mengurangi dampak bencana tersebut.

Pemerintah daerah menilai perlu perubahan pola pembangunan dan penataan wilayah ke depan. “Kami instruksikan OPD membuat inovasi dalam pembangunan. Bisa dengan meninggikan bangunan atau memindahkan ke lokasi yang tidak terendam,” kata Jakaria, Kamis (19/3/2026).

Ia menegaskan inovasi tersebut penting agar pembangunan ke depan tidak lagi berada di kawasan rawan banjir. Dengan begitu, dampak yang dirasakan masyarakat dapat diminimalkan.

Menurutnya, kunjungan yang dilakukan tidak hanya untuk penanganan darurat. Pemerintah juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sarana prasarana, fasilitas sosial, dan permukiman warga.

“Kunjungan ini untuk mengevaluasi sarana prasarana umum, sosial, dan permukiman. Kami ingin ke depan masyarakat tidak lagi terlalu terdampak banjir,” ujarnya.

Jakaria mengungkapkan pemerintah juga akan mendata ulang bangunan fasilitas umum. Data tersebut akan menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Malinau.

Pentingnya pembelajaran dari kejadian banjir sebelumnya. OPD diminta tidak mengulangi pola pembangunan yang sama di kawasan rawan.

Inovasi yang dilakukan saat ini dapat menjadi acuan bagi pembangunan di masa mendatang agar masyarakat tidak kembali menghadapi dampak serupa.

Banjir yang terjadi sejak Rabu (18/3/2026) di sejumlah wilayah Malinau merupakan banjir musiman. Kondisi ini dipicu curah hujan tinggi di wilayah hulu yang diperparah pasang air laut.

Akibatnya, wilayah seperti Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat, Mentarang, dan Malinau Selatan Hilir terdampak banjir.

Kendati telah berangsur surut sejak Kamis sore, aktivitas masyarakat sempat terganggu akibat gempuran air. Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk tetap hadir membantu masyarakat. Baik dalam penanganan darurat maupun perencanaan jangka panjang. (Ading)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....