Buka Akses Beasiswa Penuh, Bupati Malinau Panggil Ratusan Pelajar

  • 13 Mar 2026 13:02 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - Bupati Malinau, Wempi W Mawa memanggil ratusan pelajar SMA sederajat ke Ruang Laga Fratu Lantai III Kantor Bupati Malinau, Jumat (13/3/2026). Pertemuan itu guna menyosialisasikan akses informasi beasiswa pendidikan tinggi yang disuport pemerintah daerah melalui APBD 2026.

Sosialisasi ini erat kaitannya dengan program Desa Sarjana yang mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi hingga ke desa. Program tersebut merupakan salah satu dari lima program inovatif Pemkab Malinau sejak 2021.

Bupati mengatakan, pertemuan dengan para pelajar bertujuan memberikan informasi seluas-luasnya mengenai peluang pendidikan. Pemerintah daerah ingin memastikan generasi muda memahami berbagai pilihan setelah lulus sekolah.

“Hari ini saya bertemu dengan anak-anak kita pelajar kelas XI dan XII sehubungan dengan beberapa program pemerintah daerah. Mereka sangat antusias mendapatkan informasi melalui program Desa Sarjana Unggul yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Malinau,” kata Wempi.

Ia menyebutkan sebanyak 1.792 mahasiswa aktif dari putra-putri Malinau tengah dibiayai pemerintah daerah selama kurang-lebih lima tahun terakhir. Sebanyak 64 orang telah lulus dan kembali ke desa untuk mengabdi.

“Melalui informasi program Desa Sarjana Unggul ini mereka punya kesempatan meraih mimpi-mimpi mereka. Pemerintah daerah ingin membuka akses itu agar anak-anak kita bisa melanjutkan pendidikan,” tegasnya.

Selain pendidikan formal, Pemkab Malinau juga membuka peluang pengembangan melalui program Millennial Mandiri. Program ini memberikan ruang bagi generasi muda yang ingin mengembangkan keterampilan melalui jalur nonformal.

“Jika mereka tidak memilih pendidikan formal, pendidikan nonformal juga terbuka. Mereka bisa menentukan langkah apa yang akan dipilih setelah lulus kelas XII,” beber bupati.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah juga memberikan ruang dialog bagi pelajar menyampaikan harapan dan rencana masa depan. Wempi menilai, generasi muda membutuhkan akses informasi dan ruang diskusi dalam menentukan arah pendidikan maupun karirnya.

Ia menegaskan investasi pada sumber daya manusia tidak boleh dianggap sebagai beban keuangan daerah. Menurutnya, pembangunan manusia merupakan kunci masa depan daerah.

“Bicara SDM itu adalah masa depan dan kesejahteraan. Dengan dukungan yang baik, kita akan menghadirkan generasi emas yang menjadi harapan bangsa,” tuturnya. (Ading/sti)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....