Bupati : Guru PAK Diharapkan Bimbing Generasi Malinau Berakhlak

  • 28 Feb 2026 22:52 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - Bupati Kabupaten Malinau, Wempi W Mawa berharap dunia pendidikan di Bumi Intimung tidak hanya dapat mencetak generasi yang intelektual, namun juga berakhlak mulia.

Harapan itu disampaikan bupati dalam perayaan Natal dan Ibadah Syukur Tahun Baru 2026 yang digelar Bimas Kristen Kementerian Agama (Kemenag) Malinau bersama guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Gereja GKII Tanjung Belimbing, Jumat (27/2/2026).

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para guru PAK yang dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. "Biasanya guru itu pahlawan yang sering kali dilupakan. Maka ketika Natal ini ditutup bersama para guru, itu menjadi sesuatu yang luar biasa," ujarnya.

Bupati mengajak para guru terus menjadi terang dan garam di tengah masyarakat. Sebagaimana pesan khotbah yang disampaikan sebelumnya. Guru agama tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap, ucapan, serta pengendalian emosi di tengah dinamika sosial.

Wempi mengungkapkan pendidikan merupakan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam UUD 1945 Pasal 31 dan Pasal 28C, yang menegaskan komitmen negara terhadap hak pendidikan dan penguatan nilai keimanan serta ketakwaan.

Untuk itu, peningkatan kualitas SDM baik secara intelektual maupun spiritual, menjadi tanggung jawab bersama. "Negara yang kuat adalah negara yang mempersiapkan SDM unggul dengan kualitas manusia yang baik, termasuk karakter dan nilai-nilai akhlaknya," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau memiliki ima program inovasi yakni Wajib Belajar Malinau Maju, Desa Sarjana, Milenial Mandiri, Program Pesat, dan Smart Government.

Melalui program Wajib Belajar Malinau Maju, Pemkab menjamin seluruh anak di Kabupaten Malinau dari jenjang TK hingga SMA/SMK, baik negeri maupun swasta, mendapatkan perlengkapan sekolah agar tidak ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan biaya.

Sementara Program Desa Sarjana memberikan kesempatan kepada putra-putri dari 109 desa menempuh pendidikan tinggi dengan pembiayaan penuh dari pemerintah daerah, mulai dari biaya kuliah hingga biaya hidup. Namun nantinya diwajibkan kembali mengabdi di desa asalnya. (Dayat/sti)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....