‎Mengenal Padi Ulin, Varietas Padi Lokal Khas Malinau

  • 17 Nov 2025 08:25 WIB
  •  Malinau

‎KBRN, Malinau: Padi Ulin merupakan salah satu varietas padi lokal yang dikenal sebagai hasil pertanian khas masyarakat Malinau. Varietas ini sudah dibudidayakan sejak tahun 1990 dan termasuk golongan cere (indika).

‎Seiring waktu, Padi Ulin selain menjadi sumber pangan, juga dikenal sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat setempat. Umumnya varietas ini dibudidayakan secara turun-temurun di Pulau Sapi, Sempayang, Sesua, dan Gongsoslok.

‎Secara fisik, tanaman Padi Ulin memiliki umur 150 hingga 180 hari setelah tanam, dengan tinggi mencapai 120 sampai 150 sentimeter. Batangnya kokoh berwarna hijau kekuningan, sementara daunnya memiliki warna hijau muda di bagian bawah.

‎Dalam satu rumpun, tanaman ini dapat menghasilkan 12 hingga 17 anakan produktif, dengan potensi sekitar 276 gabah per malai. Gabahnya berwarna kuning keemasan dengan bobot 1.000 butir rata-rata 31,7 gram.

‎Produktivitasnya berada di kisaran 5 hingga 6 ton per hektare. Beras yang dihasilkan memiliki aroma khas dan cenderung pulen.

‎Padi Ulin dikenal adaptif di lahan marginal dan relatif tahan terhadap hama. Kualitas berasnya disukai masyarakat, terutama karena nilai tradisi dan budayanya.

‎Namun, varietas ini masih memiliki kelemahan, yaitu umur panen yang cukup panjang serta produktivitas yang belum mampu menyamai varietas unggul modern. Kendati demikian, dari sisi pengembangan, Padi Ulin memiliki nilai strategis.

‎Padi lokal ini berpotensi mendukung ketahanan pangan daerah. Padi Ulin dapat dikembangkan sebagai beras premium, komoditas organik, atau bahkan bagian dari produk wisata agro dengan dukungan kebijakan daerah. (Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Malinau)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....