Pelecehan Seks Pada Anak, Jadi Perhatian di Malinau

  • 28 Jan 2025 08:34 WIB
  •  Malinau

KBRN, Malinau : Ketua Komisi 1 DPRD Malinau, DR.Dolvina mengatakan, pihaknya sudah mendampingi dua korban pelecehan dan kekerasan pada anak untuk melanjutkan kasusnya ke proses hukum. Setelah dialami, ternyata sangat berat.

"Cerita dari kepolisian dan PPA yang dilaporkan tidak terpublikasi dan ada pula yang sudah terstimulasi dari korban menjadi pelaku penjaja seks. Dia sekarang masih SD, karena tidak ada dampingan secara psikologis dan akhirnya menjadi pelaku meskipun dalam tanda kutif, dia dapat duit. dia pikir positifnya dari situ, dapat duit," cerita Dolvina Damus.

Kemudian, sambung Dolvina, kasus perkosaan paling banyak terjadi di lingkungan keluarga. Seperti orang tua kandung maupun tiri memperkosa anak usia sekolah dasar.

"Ini sekarang di Kabupaten Malinau terjadi di tahun 2022, tahun 2023 dan 2024 dan tahun 2025 ini terus meningkat data kasusnya begitu tinggi. Kalau hanya bicara soal RDP kemarin 'kan seolah ringan saja," kata Dolvina geram.

Karena itu, pihaknya akan mendorong pemerintah daerah untuk memberikan dukungan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan khususnya melalui OPD terkait. "Karena setelah kita lakukan kominukasi melalui RDP k itu, dukungan anggarannya sangat minim sekali," tukasnya.(*)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....