Anggaran Menyusut, Malinau Pertahankan Dukungan Haji dan Umrah 2026

  • 01 Mei 2026 13:20 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Pemkab Malinau tetap mempertahankan dukungan pembiayaan haji dan program umrah meski APBD turun dari Rp3,2 triliun menjadi Rp2,3 triliun.
  • Malinau hanya memberangkatkan dua jemaah haji dari kuota cadangan tahun ini akibat penurunan kuota nasional, jauh berkurang dari 50-51 jemaah pada tahun sebelumnya.

RRI.CO.ID, Malinau - Pemerintah Kabupaten Malinau memastikan dukungan terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah tetap berjalan di tengah penyusutan APBD 2026. Komitmen tersebut ditegaskan usai pelepasan dua jemaah calon haji asal Malinau.

Wakil Bupati Malinau, Jakaria mengatakan pemerintah daerah tetap membiayai keberangkatan jemaah dari Malinau menuju embarkasi Balikpapan, termasuk penjemputan saat kepulangan dari tanah suci.

“Untuk jemaah haji tahun ini hanya dua orang. Kita biayai sampai masuk embarkasi, kemudian saat pulang juga kita jemput kembali dari embarkasi,” kata Jakaria, Kamis (30/4/2026).

Dukungan diberikan rutin setiap tahun sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pelayanan keagamaan masyarakat.

Pemkab Malinau juga berkomitmen melanjutkan program umrah bagi masyarakat, kendati tidak disebutkan anggaran yang dialokasikan tahun ini untuk program umrah.

Sebagai gambaran, pada 2025 Pemkab Malinau mengalokasikan hibah APBD sebesar Rp750 juta untuk penyelenggaraan ibadah umrah. Anggaran tersebut digunakan untuk memberangkatkan 18 jemaah dari berbagai unsur masyarakat.

“Pak Bupati sudah berkomitmen bahwa penyelenggaraan umrah juga tetap dilaksanakan setiap tahun. Jangan kita kurangi kegiatan ibadah yang penting seperti ini untuk masyarakat,” ujarnya.

Jakaria mengakui APBD Malinau mengalami penurunan cukup besar pada tahun ini, dari Rp3,2 triliun menjadi Rp2,3 triliun. Meski demikian, pemerintah tetap mempertahankan anggaran pembinaan keagamaan sebagai prioritas pelayanan publik.

Ia menilai dukungan tersebut penting mengingat Malinau merupakan daerah dengan keberagaman agama yang harmonis. Pembinaan lintas umat beragama juga terus dilakukan melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

“Ada lima agama di Kabupaten Malinau yang terus kita bina. Kerukunan umat beragama kita cukup baik di Kalimantan Utara melalui FKUB,” katanya.

Pada musim haji 2026, Malinau hanya memberangkatkan dua jemaah dari kuota cadangan. Keduanya merupakan jemaah yang telah melunasi biaya haji pada 2025.

Jumlah tersebut menurun drastis dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 50 hingga 51 jemaah. Penurunan terjadi akibat perubahan regulasi masa tunggu dan kuota haji secara nasional.

“Kita berharap ke depan jumlah jemaah bisa kembali seperti dulu, sekitar 50 orang lebih. Tahun ini memang hanya dua orang dari kuota cadangan,” ucapnya.

Dua jemaah asal Malinau dijadwalkan masuk Asrama Haji Balikpapan pada 5 Mei 2026. Selanjutnya, mereka akan diberangkatkan menuju Jeddah pada 6 Mei 2026 bersama kloter tujuh embarkasi Balikpapan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....