Jelang Nataru, Harga Minyak Dan Bawang Mulai Bergejolak

  • 19 Des 2025 18:15 WIB
  •  Malinau

KBRN, Malinau: Harga komoditas minyak goreng dan bawang merah di Kabupaten Malinau mulai merangkak naik menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Meski demikian, pemerintah daerah memastikan sebagian besar komoditas pangan lainnya masih berada pada kisaran harga yang stabil.

Berdasarkan hasil pemantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Pasar Induk Malinau Kota, harga beras dan gula pasir belum menunjukkan perubahan signifikan. Ketersediaan stok kedua komoditas tersebut dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga awal tahun depan.

Kondisi serupa terjadi pada sektor perikanan. Harga ikan layang hingga tongkol terpantau masih berada pada kisaran normal, yakni Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram, sementara jenis ikan lainnya maksimal menyentuh Rp50.000 per kilogram.

"Harga ikan masih wajar sesuai jenisnya. Untuk kebutuhan pokok seperti beras dan gula juga belum ada lonjakan berarti," ungkap Wakil Bupati Malinau, Jakaria, saat melakukan inspeksi mendadak, Jumat (19/12/2025).

Namun, perhatian khusus tertuju pada minyak goreng subsidi merek Minyak Kita. Saat ini harganya melambung hingga Rp22.000 per liter, naik drastis dari harga sebelumnya yang hanya Rp16.000 hingga Rp17.000. Kenaikan ini dipicu oleh terhentinya pasokan distribusi ke wilayah Malinau dalam beberapa waktu terakhir.

“Distribusi Minyak Kita terhenti beberapa hari ini, sehingga harganya meningkat di pasar. Sementara untuk minyak goreng merek nonsubsidi lainnya masih tersedia dengan harga stabil,” jelas Jakaria.

Selain minyak goreng, bawang merah juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp62.500 per kilogram. Walau ada kenaikan pada kedua komoditas tersebut, pemerintah menilai dampaknya belum meluas ke pangan lainnya.

Pemkab Malinau menjamin stok bahan pokok secara umum aman hingga awal Januari 2026. Masyarakat diimbau tetap tenang, berbelanja secara bijak, dan menghindari pembelian berlebihan (panic buying) agar stabilitas harga di Bumi Intimung tetap terjaga hingga akhir tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....