Pasar Malinau Normal, Kelangkaan BBM Tak Picu Inflasi
- 19 Des 2025 15:53 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau: Wakil Bupati Malinau, Jakaria, S.E., M.Si., menilai kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat terjadi beberapa waktu lalu tidak memberikan dampak signifikan terhadap harga kebutuhan pokok di pasar. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, aktivitas perdagangan di Kabupaten Malinau terpantau normal dengan harga yang relatif stabil.
Langkah pengecekan ini dilakukan Pemkab Malinau untuk memantau kondisi inflasi daerah, khususnya pascakendala distribusi BBM dari pihak penyalur. Peninjauan menyasar sejumlah titik, mulai dari SPBU hingga pasar tradisional.
| Baca juga: Harga Dua Jenis Cabai di Malinau Turun |
“Pengaruh kelangkaan BBM kemarin tidak terlalu berdampak signifikan di pasar. Aktivitas jual beli masih stabil,” ujar Jakaria usai meninjau Pasar Induk Malinau Kota, Jumat (19/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa harga komoditas utama seperti beras dan gula pasir belum mengalami kenaikan berarti. Gula pasir, baik kemasan maupun curah, masih dijual di kisaran Rp20.000 per kilogram. Sementara itu, harga beras tetap stabil menyesuaikan kualitas, yakni antara Rp11.000 hingga Rp17.000 per kilogram.
Sektor perikanan juga melaporkan kondisi serupa. Harga ikan layang, bandeng, dan tongkol berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram, sementara jenis lainnya maksimal mencapai Rp50.000 per kilogram.
Meski demikian, Jakaria mengakui adanya lonjakan harga pada komoditas tertentu, seperti bawang merah yang menembus Rp62.500 per kilogram dan minyak goreng merek Minyak Kita di harga Rp22.000 per liter. Namun, ia menegaskan kenaikan ini lebih disebabkan oleh faktor distribusi pusat, bukan dampak langsung dari kondisi BBM lokal.
Pemkab Malinau berkomitmen terus melakukan pengawasan harga secara intensif. Tim pengendali inflasi akan dikerahkan untuk memastikan stabilitas pasar dan menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan harga wajar menjelang pergantian tahun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....