Bawa Sabu 16,29 Gram, Pria Asal Tarakan Diamankan Polisi
- 12 Jun 2026 18:43 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Satresnarkoba Polres Malinau menangkap RAW (30), warga Tarakan, di Pelabuhan Speed Malinau dengan barang bukti sabu seberat 16,29 gram yang diduga akan diedarkan di Malinau.
- Hasil pemeriksaan awal juga menunjukkan RAW diduga positif menggunakan narkotika, dan kini diamankan di Mapolres Malinau.
RRI.CO.ID, Malinau - Seorang pria berinisial RAW (30), warga Tarakan, diamankan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Malinau karena membawa sabu seberat 16,29 gram. RAW ditangkap sesaat setelah tiba di Pelabuhan Speed Malinau.
Polisi menduga sabu tersebut akan diedarkan di wilayah Malinau. Kasat Resnarkoba Polres Malinau IPTU Welly mengatakan, petugas telah melakukan pengawasan di pelabuhan sebelum akhirnya mengamankan RAW.
"Pelaku diamankan saat tiba di Pelabuhan Speed Malinau. Dari hasil pemeriksaan dan penggeledahan, petugas menemukan narkotika jenis sabu dengan berat total 16,29 gram yang diduga akan diedarkan di Kabupaten Malinau serta beberapa barang bukti lainnya," ujarnya, Jumat (12/6/2026).
IPTU Welly mengungkapkan, RAW diketahui berasal dari Tarakan dan mengaku baru masuk ke Malinau saat ditangkap. "Pengakuannya untuk saat ini baru masuk Malinau, tapi masih kita dalami,” katanya.
Hasil pemeriksaan awal juga menunjukkan RAW diduga positif menggunakan narkotika. Meski demikian, penyidik masih melengkapi proses penyidikan guna mengungkap seluruh fakta dalam kasus tersebut.
Saat ini, RAW bersama barang bukti telah diamankan di Mapolres Malinau untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, IPTU Welly menegaskan, Polres Malinau akan terus bertindak tegas terhadap peredaran narkoba di wilayah ini.
"Untuk itu kita tetap tindak tegas, khususnya untuk peredaran narkoba di Kabupaten Malinau," tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitar. (Ading)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....