Puluhan Seniman Sampaikan Pesan Antikorupsi Lewat Mural
- 21 Nov 2025 11:32 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau : Sebanyak 30 seniman Malinau yang tergabung dalam 10 tim mural berpartisipasi dalam Lomba Mural Anti Korupsi yang digelar Inspektorat Kabupaten Malinau. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Siring Beton PDAM Desa Kuala Lapang, Malinau Barat pada Jumat (21/11/2025) ini menjadi rangkaian peringatan Hari Anti Korupsi Dunia (Hakordia) 2025 di Malinau.
Inspektur Inspektorat Kabupaten Malinau, Dani Subroto, menjelaskan bahwa lomba mural dipilih sebagai media kampanye publik yang mudah dipahami masyarakat. Menurutnya, ruang publik yang masih kosong dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan visual terkait integritas dan pencegahan korupsi.
“Kenapa nggak kita rapikan sekaligus kita kampanyekan melalui mural, dan sepakat dan kami laksanakan,” ujarnya. Dani menambahkan bahwa kegiatan ini mendapat sambutan positif, bahkan banyak peserta dari luar Malinau ingin berpartisipasi, namun terhalang aturan panitia yang menetapkan hanya peserta lokal untuk tahun ini.
Inspektorat juga menekankan pentingnya partisipasi publik dalam gerakan antikorupsi. Dani menyebut bahwa keterlibatan masyarakat akan memperkuat kesadaran bersama mengenai bahaya korupsi dan dampaknya terhadap pembangunan.
"Terutama untuk generasi muda yang kelak akan menjadi penerus kita-kita yang sudah tua ini. Keterlibatan generasi muda dan kelompok seni merupakan langkah untuk menanamkan nilai integritas sejak dini," imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, peserta diarahkan menghasilkan karya mural yang memuat pesan moral tentang kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian menolak praktik korupsi. Lomba juga dinilai oleh dewan juri yang kompeten di bidang seni rupa untuk memastikan proses penilaian berjalan objektif.
Pada kesempatan itu, Dani juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, panitia, serta pihak-pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan. “Kalau hanya kita bergerak, kita nggak bisa buat banyak, tapi dengan dana ini kita bisa libatkan semua orang untuk bekerja sama,” ujarnya.
Inspektorat berharap karya mural yang dihasilkan dapat menjadi media edukasi publik yang berkelanjutan. Dani menegaskan bahwa ruang publik yang informatif dan inspiratif diharapkan dapat mendukung terbentuknya budaya integritas di semua lapisan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....