PLB Banjir Penonton, Judika Tampil dengan Batik Malinau

  • 15 Okt 2025 09:43 WIB
  •  Malinau

‎KBRN, Malinau : Ribuan orang memadati kawasan Padan Liu Burung (PLB) pada malam kedelapan Festival Budaya Irau ke-11 dan HUT ke-26 Kabupaten Malinau, Selasa (14/10/2025), untuk menyaksikan penampilan penyanyi pop-rock nasional, Judika Nalom Abadi Sihotang.

‎Tampil mengenakan batik khas Malinau, Judika membuka konser dengan lagu “Bukan Rayuan Gombal”. Suaranya yang khas langsung mengguncang suasana malam, disambut riuh sorakan dan tepuk tangan penonton yang memenuhi setiap sudut area Festival.

‎Menariknya, hujan deras yang mengguyur sejak awal tak menyurutkan antusiasme massa. Penonton tetap bertahan di bawah payung dan jas hujan menantikan sang idola.

‎Bahkan, Bupati Malinau Wempi W Mawa dan Wakil Bupati Jakaria ikut berdiri di tengah hujan untuk menenangkan penonton yang tak sabar menunggu sang bintang tampil.

‎“Harap tenang saudara-saudaraku, kita tunggu sama-sama. Saya dan Pak Wakil juga akan hujan-hujanan di sini sampai Judika tampil,” ujar Bupati Malinau yang disambut sorak penonton.

‎Tak lama kemudian, Judika naik ke panggung, dan gemuruh teriakan pun pecah di udara. “Ini kehormatan besar buat saya. Terima kasih, Malinau!” seru Judika dari atas panggung.

‎Selama hampir satu jam, Judika membawakan sejumlah lagu populer seperti Jikalau Kau Cinta, Aku yang Tersakiti, Mama Papa Larang, hingga Boru Panggoaran, lagu Batak yang di request banyak penonton.

‎Suasana panggung semakin memanas saat Judika menyanyikan single adaptasi dari pedangdut Nassar, Seperti Mati Lampu yang membuat penonton ikut bergoyang.

Menjelang akhir konser, penyanyi jebolan Indonesian Idol itu membagikan souvenir terbatas dan melemparkan jaket andalannya yang telah ia tandatangani ke arah penonton.

‎Salah satu penonton asal Nunukan, Rani (28), mengaku rela menempuh perjalanan jauh demi menyaksikan konser idolanya secara langsung.

‎“Dari Nunukan saya datang khusus buat nonton Judika. Hujan-hujanan pun tetap happy, karena suasananya seru banget,” ujarnya.

‎Sementara Dedi (31), warga Kabupaten Tana Tidung, menyebut konser ini sebagai pengalaman yang berkesan.

‎“Vibes-nya luar biasa. Salut untuk panitia dan pemerintah daerah, acaranya aman dan tertib. Energi penontonnya juga luar biasa,” katanya.

‎Konser dimulai sekitar pukul 21.30 WITA dan berakhir mendekati 23.00 WITA. Arus lalu lintas di sekitar kawasan pusat pemerintahan yang sempat macet parah baru kembali normal sekitar 23.30 WITA, menandai berakhirnya malam penuh energi dan kebersamaan di bawah hujan dan dentuman musik di Bumi Intimung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....