Pengabdian Nakes di Pedalaman, Kisah Penyintas Insiden Perahu Terbalik

  • 17 Mar 2026 15:57 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - Mengabdi sebagai tenaga kesehatan di pedalaman Kabupaten Malinau bukan perkara mudah. Akses terbatas dan kondisi alam yang tidak menentu menjadi bagian dari tantangan petugas dalam menjangkau pelayanan ke masyarakat.

Hal ini dirasakan Yusuf, tenaga promosi kesehatan di UPTD Puskesmas Long Alango yang mulai bertugas sejak 2021. Ia bersama tim harus menyusuri sungai untuk menjangkau desa-desa binaan.

“Sejak 2021 saya bertugas di Puskesmas Long Alango sebagai tenaga promosi kesehatan. Kegiatan kami seperti penyuluhan ke desa-desa dan pembinaan kader posyandu,” kisahnya pada RRI, Selasa (17/3/2026).

Wilayah pelayanan Puskesmas Long Alango, Kecamatan Bahau Hulu, mencakup enam desa, termasuk Desa Long Uli sebagai salah satu wilayah terjauh. Akses menuju desa-desa tersebut hanya dapat ditempuh menggunakan perahu ketinting.

“Akses ke sana hanya lewat sungai. Perjalanan ke Long Uli sekitar satu jam menggunakan perahu,” katanya

Namun perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Yusuf menjelaskan, kondisi sungai sangat menentukan keselamatan perjalanan, terutama saat melintasi giram (jeram). “Tantangan terbesar itu akses. Kadang alam yang mengatur kita,” ucapnya.

Saat air sungai meningkat, arus menjadi deras dan berisiko. Sebaliknya, saat air surut, jalur menjadi dangkal dan menyulitkan perahu untuk melintas.

“Kalau banjir arusnya deras, itu berbahaya. Tapi kalau air kecil juga susah karena dangkal,” jelasnya.

Risiko perjalanan bukan hal baru bagi tenaga kesehatan di wilayah tersebut. Yusuf mengaku telah dua kali mengalami insiden saat melintasi sungai dalam menjalankan tugas pelayanan.

“Selain insiden perahu terbalik tanggal 6 Maret kemarin, sebelumnya perahu juga pernah naik ke batu dan hampir terbalik waktu airnya dangkal,” ungkapnya.

Yusuf bersama dua rekannya, yakni satu tenaga kesehatan dan seorang motoris, mengalami insiden perahu terbalik di tengah arus sungai yang deras pada Jumat (06/03/2026).

Peristiwa itu terjadi saat tim UPTD Puskesmas Long Alango menjalankan pelayanan jemput bola dari Desa Long Tebulo menuju Desa Long Uli dalam program Integrasi Layanan Primer. Beruntung, seluruh penumpang selamat setelah berhasil menyelamatkan diri dengan bantuan pelampung.

Meski menghadapi berbagai tantangan, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas. Program penyuluhan, posyandu, hingga pelayanan kesehatan dasar terus dilakukan di desa-desa.

Menurut Yusuf, kondisi tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai tenaga kesehatan di wilayah pedalaman. “Kalau soal risiko memang ada, tapi itu tergantung kondisi alam juga,” katanya.

Ia berharap ke depan ada peningkatan infrastruktur, terutama akses jalan darat, agar pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih aman dan lancar.

“Harapan kami semoga ada akses jalan ke desa-desa supaya kami bisa bertugas lebih aman tanpa bergantung pada jalur sungai,” tuturnya.

Kisah ini menjadi gambaran bahwa pelayanan kesehatan di pedalaman tidak hanya soal keahlian, tetapi juga ketangguhan menghadapi kondisi alam demi menjangkau masyarakat yang membutuhkan. (Ading/sti)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....