Cagar Budaya Apau Kayan, Makam Raja Lencau Ingan
- 30 Okt 2025 10:26 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau : Di pedalaman Apau Kayan, Kabupaten Malinau, berdiri sebuah situs bersejarah yang menjadi saksi kejayaan dan kebijaksanaan pemimpin Suku Kenyah di masa lampau.
Situs tersebut telah ditetapkan sebagai salah satu Cagar Budaya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten, yakni Makam Raja Lencau Ingan, tempat peristirahatan terakhir Lencau Ingan, tokoh besar yang memimpin masyarakat Kenyah Lepo’ Tau dari tahun 1893 hingga 1947.
Sebagai Ketua Adat Besar, Lencau Ingan dikenal sebagai sosok pemersatu masyarakat Kenyah di wilayah Apau Kayan. Di masa kepemimpinannya, pusat pemerintahan adat berada di Long Nawang, yang hingga kini masih menjadi simbol identitas masyarakat Kenyah di daerah hulu sungai ini.
Bangunan makamnya merupakan mahakarya seni ukir Dayak Kenyah. Makam berbentuk rumah panggung ini sepenuhnya terbuat dari kayu dengan ragam ukiran tradisional yang sarat makna spiritual dan filosofi kehidupan.
Ukuran bangunannya cukup besar, dengan panjang sekitar lima meter, lebar empat setengah meter, dan tinggi hampir enam meter. Yang menarik, pondasi makam ini ditopang oleh tujuh tiang kayu, enam di antaranya tersusun berjejer di sisi kiri dan kanan, sementara satu tiang berada di tengah berbentuk pahatan manusia duduk.
Tak jauh dari kawasan ini, terdapat pula struktur Kubur Tebing Muara Pura yang berada di tepi Sungai Data Dian pada ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut. Lokasinya terjal dan langsung berhadapan dengan sungai, menyerupai Kubur Tebing Paya Seturan di Kecamatan Malinau Selatan.
Di masa lalu, masyarakat setempat membuat lubang pada tebing untuk menempatkan jenazah, sebagai bentuk penghormatan terhadap arwah para leluhur. Kedua situs ini menjadi bukti tingginya nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Dayak Kenyah dalam menghormati pemimpinnya.
Selain memancarkan kekayaan arsitektur tradisional, makam Lencau Ingan juga menggambarkan hubungan mendalam antara manusia, alam, dan kepercayaan yang dipegang teguh saat itu.
Kini, Cagar Budaya Makam Raja Lencau Ingan menjadi warisan sejarah bagi masyarakat Apau Kayan, juga menjadi simbol kebanggaan dan identitas budaya yang memperkaya mozaik sejarah Kalimantan Utara.
Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malinau