Donles Lucas, Perkenalkan Budaya dengan Kostum Tengkorak 45 Kilogram

  • 19 Agt 2025 10:57 WIB
  •  Malinau

‎KBRN, Malinau : Donles Lukas, pria 56 tahun asal suku Dayak Lundayeh, dari Desa Wisata Pulau Sapi yang kini tinggal di Batu Lidung, Malinau Kota, kerap menarik perhatian warga karena selalu tampil unik dalam setiap event budaya.

‎Tubuhnya dipenuhi tulang satwa, dari monyet, ular hingga buaya, yang dirangkai menjadi busana tradisional peninggalan leluhur. “Ini memang budaya, tradisi dari nenek moyang kami, dipakaian mengayau,” ucap Donles saat diwawancara.

‎Di kepalanya, ia mengenakan hiasan tulang buaya yang disusun menyerupai mahkota, sementara tangannya menggenggam tombak berhias tengkorak. Semua atribut itu, menurutnya, dibuat sendiri dan telah menjadi koleksi pribadi selama puluhan tahun.

‎Total bobot kostum yang dikenakan Donles mencapai 45 kilogram, dan ia sudah terbiasa berjalan tanpa alas kaki saat mengikuti event. Ia kerap dilibatkan dalam event-event budaya, baik di Kabupaten Malinau maupun di berbagai daerah lain di Kaltara.

‎“Sudah terbiasa jalan jauh, jadi tidak terasa berat lagi,” ujarnya sambil tersenyum. Busana tulang yang dipakainya hanya ditampilkan pada acara besar, seperti Festival Irau atau kegiatan budaya lainnya.

‎Bagi Donles, setiap tulang dan tengkorak yang melekat pada tubuhnya menyimpan nilai sejarah sekaligus menjadi pengingat tradisi leluhur. Meski kerap diundang ke berbagai event, ia menegaskan tidak pernah menjadikannya sebagai sumber penghasilan.

‎"Sering ada yang minta foto bersama, kadang dikasih uang, tapi saya tidak pernah mematok tarif. Kalau ada yang mau foto silakan, kalau tidak pun tidak masalah," jelasnya.

‎Ia memandang tampil dengan busana khas itu sebagai aksi sukarela untuk menjaga sekaligus memperkenalkan warisan budaya. “Pernah ada yang ingin membeli satu set ini, tapi saya tolak, karena bagi saya ini bagian dari budaya kami yang harus dijaga, bukan untuk diperjualbelikan,” tegasnya.

Rekomendasi Berita