Imlek 2025, Ines Clarita Seorang Pemudi Tionghoa di Malinau
- 03 Feb 2025 10:41 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau : Tahun baru Imlek 2565 yang jatuh pada tahun Shio Ular Kayu membawa makna mendalam bagi masyarakat Tionghoa di berbagai penjuru Indonesia, tak terkecuali di Desa Kuala Lapang, Kabupaten Malinau. Perayaan tahun ini memiliki nuansa yang berbeda, karena diwarnai dengan kebersamaan keluarga serta refleksi terhadap elemen-elemen simbolik dari shio ular kayu yang menginspirasi banyak orang untuk lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan.
Menurut , perayaan Imlek kali ini sangat berbeda dari sebelumnya, terutama karena dampak dari pandemi dan tantangan ekonomi yang masih terasa. “Imlek tahun ini adalah momen yang sangat spesial bagi keluarga kami. Kami tidak hanya merayakan dengan penuh suka cita, tetapi juga mengingatkan diri kami untuk lebih berhati-hati dan bijaksana dalam setiap langkah. Shio ular kayu mengajarkan kita untuk menjadi lebih cermat dalam membuat keputusan dan tetap berfokus pada pertumbuhan pribadi,” ujar Ines dengan penuh semangat.
Shio Ular yang melambangkan kebijaksanaan dan kelicikan, ditambah dengan elemen kayu yang berarti pertumbuhan, memberikan pesan yang kuat bagi masyarakat Tionghoa di tahun 2565 ini. Menurut Ines, elemen kayu memberikan energi positif untuk memperbaiki hubungan dengan orang-orang terdekat serta tumbuh dalam berbagai aspek kehidupan. “Tahun ini, banyak orang merasa terdorong untuk lebih introspektif dan berusaha untuk memperbaiki diri, baik dalam hal karier, hubungan, maupun dalam hal spiritualitas,” tambahnya.
Ines tinggal di kuala lapang, ia dan keluarga menyajikan Berbagai hidangan khas Imlek seperti ikan (simbol kemakmuran), kue keranjang (simbol keberuntungan), dan jeruk (simbol keberuntungan dan kebahagiaan) disiapkan dalam jumlah melimpah untuk menyambut tahun baru imlek ini.
“Kami selalu melakukan makan malam bersama keluarga besar. Ini adalah saat yang sangat berarti karena kami bisa berkumpul, berbagi kebahagiaan, dan mendoakan yang terbaik untuk tahun yang akan datang,” kata Ines, yang juga memimpin doa bersama sebelum makan malam dimulai. Selain itu, tradisi membersihkan rumah untuk mengusir nasib buruk dan memasang dekorasi merah juga dilakukan untuk menyambut datangnya keberuntungan.
Tahun Shio Ular Kayu juga membawa harapan bagi Ines seluruh keluarga dan mendoakan agar tahun ini membawa berkat, kedamaian, serta kemajuan yang berkelanjutan, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
“Imlek kali ini bukan hanya tentang merayakan tahun baru, tetapi juga tentang bersyukur atas apa yang telah diberikan selama ini dan berharap untuk masa depan yang lebih baik. Kami berharap, dengan kebijaksanaan yang diajarkan oleh shio ular kayu, kami semua bisa menghadapi tantangan dengan kepala dingin dan hati yang penuh cinta,” tutup Ines dengan harapan yang mendalam.