Pasar Stabil dan Menjanjikan, Patin Jadi Primadona Budidaya Ikan di Malinau

  • 30 Sep 2026 20:14 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Ikan patin menjadi komoditas budidaya air tawar paling menjanjikan di Kabupaten Malinau karena memiliki pasar yang stabil dan kepastian permintaan konsumen.
  • Perawatan ikan patin relatif mudah dibandingkan jenis ikan darat lainnya, menjadikannya pilihan utama bagi pembudidaya.
  • Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malinau Afri ST Padan menegaskan bahwa permintaan pasar yang konsisten membedakan ikan patin dari komoditas lain yang memiliki keterbatasan pasar.

RRI.CO.ID, Malinau - Ikan patin menjadi primadona budidaya air tawar di Kabupaten Malinau karena memiliki pasar yang stabil dan perawatan yang relatif mudah. Kepastian pasar menjadikan komoditas ini paling menjanjikan dibandingkan jenis ikan darat lainnya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malinau, Afri ST Padan, menjelaskan bahwa permintaan pasar yang konsisten membuat ikan patin selalu dicari oleh konsumen. Hal ini berbeda dengan komoditas lain yang memiliki keterbatasan pasar.

"Patin memang jadi andalan di Malinau karena pemeliharaannya mudah dan pasarnya selalu tersedia secara rutin," kata Afri, Rabu (30/9/2026).

Jika dibandingkan dengan ikan jenis lainnya, seperti lele, jenis ini sangat bergantung pada siklus permintaan usaha kuliner UMKM, atau ikan nila, yang persaingan pasarnya sudah terlalu umum di masyarakat, patin disebut paling prospektif.

Peluang manis dari pasar patin ini turut mendorong lonjakan minat masyarakat untuk menjadi pembudidaya. Data Dinas Perikanan mencatat jumlah Rumah Tangga Perikanan (RTP) aktif melonjak tajam dari 64 RTP pada 2025 menjadi 241 RTP pada 2026.

Sejalan dengan itu, jumlah kelompok pembudidaya juga tumbuh dari 31 kelompok pada 2024 menjadi 54 kelompok pada 2026.

Meski pertumbuhan pembudidaya sangat pesat, Afri mengungkapkan bahwa tantangan di lapangan masih terus membayangi. Setiap tingkatan pembudidaya menghadapi kendala yang berbeda-beda.

"Pembudidaya pemula biasanya butuh pendampingan teknik dasar. Tingkat madia sering terkendala kualitas air dan keterampilan, sementara kelas utama berfokus pada masalah pasar dan prasarana seperti irigasi," ujar Afri.

Geliat budidaya ikan ini tidak hanya terpusat di kawasan populer seperti Minapolitan di Malinau Utara atau Kampung Nila di Malinau Kota. Banyak pula warga yang menjalankan budidaya secara mandiri di lingkungan masing-masing, baik untuk kebutuhan konsumsi harian, hobi, maupun tujuan ekonomi.

Melihat beragamnya dinamika dan kendala tersebut, Pemerintah Kabupaten Malinau berkomitmen untuk terus memberikan bantuan dan intervensi langsung agar sektor perikanan daerah dapat terus maju.

"Kalau kita tidak masuk memberikan bantuan, susah melakukan intervensi. Pemerintah harus hadir memberikan solusi atas keluhan pembudidaya agar sektor perikanan daerah terus berkembang," tegas Afri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....