Semester I, Produksi Perikanan Darat Malinau Capai 140,14 Ton

  • 08 Sep 2026 12:51 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Produksi perikanan darat Malinau semester I 2026 capai 140,14 ton atau 42,21 persen dari target tahunan 332 ton.
  • Nilai ekonomi produksi semester I 2026 diperkirakan Rp4,48 miliar hingga Rp5,33 miliar, berdasarkan kisaran harga ikan Rp32.000–Rp38.000 per kilogram.
  • Dinas Perikanan optimistis target 332 ton tercapai lewat panen triwulan III-IV, penambahan pokdakan baru, dan lonjakan permintaan ikan jelang akhir tahun.

RRI.CO.ID, Malinau - Produksi perikanan darat Kabupaten Malinau pada semester pertama 2026 mencapai 140,14 ton atau sekitar 42,21 persen dari target produksi sepanjang tahun yang ditetapkan sebesar 332 ton. Target ini meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 319 ton.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malinau, Afri ST. Padan merinci, produksi pada triwulan pertama 2026 tercatat sebesar 66,86 ton. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 73,28 ton pada triwulan kedua. “Memasuki tahun 2026, target produksi ditetapkan sebesar 332 ton, di mana realisasi produksi pada triwulan 1 tercatat 66,86 ton, kemudian meningkat menjadi 73,28 ton pada triwulan 2,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).

Dibandingkan triwulan sebelumnya, produksi pada triwulan kedua mengalami pertumbuhan sebesar 6,42 ton atau 9,60 persen. Jika digabungkan, produksi selama enam bulan pertama tahun ini mencapai 140,14 ton. Dengan capaian tersebut, produksi perikanan semester pertama telah memenuhi 42,21 persen dari target tahunan. Berdasarkan kisaran harga ikan hasil budidaya Rp32.000-Rp38.000 per kilogram, produksi tersebut setara dengan nilai ekonomi sekitar Rp4,48 miliar-Rp5,33 miliar.

Meski capaian semester pertama belum mencapai separuh dari target tahunan, Dinas Perikanan Kabupaten Malinau optimistis target produksi 332 ton dapat terealisasi hingga akhir 2026. Sebagian besar kelompok pembudidaya sudah memasuki masa panen untuk triwulan ketiga dan keempat. Kondisi tersebut diperkirakan akan mendorong tambahan produksi pada paruh kedua tahun ini. “Memasuki triwulan ke-3 dan ke-4 masih banyak ikan pembudidaya yang telah siap dan akan memasuki masa panen,” kata Afri.

Peningkatan jumlah kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) sepanjang 2026 juga menjadi salah satu faktor yang diyakini dapat memperkuat kapasitas produksi perikanan daerah. “Adanya penambahan jumlah pokdakan sepanjang tahun 2026 turut menambah kapasitas produksi kabupaten,” ujarnya.

Faktor lainnya adalah potensi peningkatan permintaan ikan menjelang akhir tahun. Menurut Afri, tingginya kebutuhan pasar pada periode tersebut biasanya mendorong pembudidaya mempercepat proses panen dan penjualan. “Tingginya permintaan ikan menjelang akhir tahun biasanya mendorong percepatan panen dan penjualan oleh para pembudidaya,” jelasnya.

Tiga poin tersebut menjadi dasar Dinas Perikanan Malinau optimistis produksi perikanan dapat terus meningkat dan mengejar kekurangan dari capaian semester pertama. Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan produksi sekaligus mengembangkan sektor perikanan budidaya di Kabupaten Malinau. (Ading)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....