Meniti Usaha, Heru Kembangkan Peternakan dari 300 Ekor Ayam Petelur
- 18 Agt 2026 14:38 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Heru memulai budidaya ayam petelur di Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat sejak tahun 2022 setelah melihat peluang usaha yang belum banyak digarap.
- Peternakan Heru kini memiliki sekitar 1.200 ekor ayam petelur yang dikembangkan secara bertahap dan terukur.
- Budidaya ayam petelur di Kabupaten Malinau menunjukkan potensi ekonomi lokal yang signifikan untuk pengembangan usaha pertanian dan peternakan rakyat.
RRI.CO.ID, Malinau: Berawal dari melihat peluang usaha yang belum banyak digarap di Kabupaten Malinau, Heru mulai menekuni budidaya ayam petelur sejak tahun 2022.
Peternakan yang berada di Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat, itu kini memiliki sekitar 1.200 ekor ayam. Namun, jumlah tersebut tidak diperoleh dalam waktu singkat.
Heru mengawali usahanya dengan hanya 300 ekor ayam. Seiring waktu, ia menambah populasi secara bertahap hingga mencapai 1.200 ekor seperti saat ini.
"Saya sudah jalan empat tahun untuk beternak ayam petelur ini, awalnya itu dari 300 ekor,” ujar Heru pada RRI, Selasa (18/8/2026).
Keputusan Heru menekuni usaha tersebut berawal dari ketertarikannya melihat peluang. Saat itu, usaha budidaya ayam petelur di Malinau dinilainya belum terlalu banyak.
"Saya tertarik karena ini adalah peluang. Karena di Kabupaten Malinau ini belum terlalu banyak yang beternak ayam petelur. Jadi di situlah saya berinisiatif untuk memulai usaha ini," katanya.
Kini, dari sekitar 1.200 ekor ayam yang dipelihara, produksi telur rata-rata mencapai 80 persen dari jumlah populasi. Artinya, dalam sehari Heru dapat menghasilkan sekitar 1.050 butir telur.
Telur tersebut dipanen setiap hari dan langsung dipasarkan. Sebagian konsumen memesan untuk kebutuhan rumah tangga, sementara sebagian lainnya disalurkan ke kios dan warung sembako.
"Kalau saya, pasaran ini ada di rumahan. Biasanya ada yang pesan langsung saya antar ke rumah, ada juga yang ke kios-kios, warung-warung sembako," ujarnya.
Menjaga produksi tentu membutuhkan perhatian terhadap pakan. Heru tidak hanya mengandalkan pakan jadi, tetapi juga mengolah sendiri campuran pakan untuk ayam peliharaannya.
Jagung menjadi salah satu bahan utama yang dicampur dengan konsentrat, dedak, dan mineral. Seluruh bahan tersebut dolah sendiri sebelum diberikan kepada ayam.
Perjalanan empat tahun itu membuat Heru tidak hanya belajar meningkatkan jumlah ternak, tetapi juga menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha. Salah satunya adalah pemasaran telur yang hingga kini masih dilakukan secara mandiri.
Menurut Heru, peternak lokal masih perlu memperkuat jaringan pemasaran agar produk telur dari Malinau dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Meski demikian, ia tetap melihat usaha ayam petelur sebagai peluang yang layak dikembangkan. Dari ratusan ekor ayam yang menjadi awal perjalanannya, kini ribuan butir telur dihasilkan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Malinau.
Perjalanan Heru menjadi gambaran bagaimana sebuah usaha kecil dapat tumbuh secara bertahap ketika dibangun dengan ketekunan, mulai dari 300 ekor ayam hingga kini mencapai 1.200 ekor.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....