Peternak Ayam Petelur Malinau Keluhkan Sulitnya Pemasaran Telur Lokal
- 18 Agt 2026 13:32 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Peternak ayam petelur di Kabupaten Malinau mengalami kendala signifikan dalam pemasaran dan penjualan telur hasil produksi lokal mereka.
- Heru, seorang peternak di Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat, melakukan pemasaran secara mandiri tanpa dukungan dari agen atau distributor khusus.
- Dengan memiliki 1.200 ekor ayam setelah menekuni usaha selama empat tahun, Heru masih terkendala dalam memperluas jangkauan pasar produknya.
RRI.CO.ID, Malinau - Peternak ayam petelur di Kabupaten Malinau, masih menghadapi kendala pemasaran untuk memperluas penjualan telur hasil produksi lokal. Salah satunya dialami Heru, peternak ayam petelur di Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat.
Ia mengatakan, pemasaran telur saat ini masih dilakukan secara mandiri tanpa dukungan agen atau distributor khusus. Heru yang telah menekuni usaha ayam petelur selama sekitar empat tahun tersebut saat ini memiliki sekitar 1.200 ekor ayam.
Produksi telur rata-rata mencapai sekitar 80 persen atau sekitar 1.050 butir per hari. Telur hasil produksi kemudian dipasarkan langsung kepada konsumen rumah tangga, kios, hingga warung sembako.
Namun, menurut Heru, pola pemasaran secara mandiri menjadi salah satu kendala dalam mengembangkan usaha. Peternak harus menentukan sendiri harga sekaligus mencari pasar untuk menyerap produksi telur setiap hari.
"Kalau mandiri semua ini kan kita nanti agak susah. Susah menentukan harga, susah memasarkan," ujar Heru.
Kondisi tersebut semakin terasa karena telur lokal harus bersaing dengan produk dari luar daerah yang menurutnya telah memiliki jaringan agen tersendiri.
Heru menilai keberadaan agen khusus untuk telur lokal dapat membantu peternak memperluas distribusi sekaligus memperkuat posisi produk lokal di pasar Malinau.
"Kalau telur luar kan punya agen sendiri. Siapa tahu telur lokal ini bisa dibuatkan agen atau bagaimana untuk menyebarkan produk lokal ini," katanya.
Ia berharap ada wadah yang dapat mempertemukan dan membantu pemasaran produk para peternak lokal.
| Baca juga: Harga Lima Komoditas Pangan di Malinau Turun |
Dengan demikian, peternak tidak perlu menghadapi persaingan antarsesama produsen lokal, tetapi dapat bersama-sama memperkuat daya saing terhadap produk dari luar daerah.
"Yang penting kita bersaing dengan produk luar daripada kita sesama produk lokal," ujar Heru.
Heru menambahkan, persoalan pemasaran menjadi penting karena produksi telur berlangsung setiap hari. Telur yang dipanen harus segera terserap pasar agar usaha peternakan dapat terus berjalan.
Ia berharap perhatian terhadap peternak lokal tidak hanya diberikan pada sisi produksi, tetapi juga pada aspek pemasaran dan distribusi.
Dengan adanya dukungan jaringan pemasaran yang lebih terorganisasi, produk telur lokal Malinau diharapkan dapat memiliki akses pasar yang lebih luas dan mampu bersaing dengan telur yang masuk dari luar daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....