Pasokan Seret, Harga Bawang Merah di Malinau Naik
- 03 Jul 2026 23:25 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Harga bawang merah di Pasar Induk Malinau naik dari Rp60.000 jadi Rp65.000/kg (3/7/2026), bahkan sebelumnya sempat di kisaran Rp40.000-45.000/kg. Kenaikan dipicu pasokan dari Sulawesi, Bima, Jawa yang menyusut akibat panen kurang maksimal.
- Stok terbatas mendorong harga naik dan fluktuasi masih berpotensi terjadi. Warga mengeluhkan belanja dapur membengkak akibat kenaikan ini.
RRI.CO.ID, Malinau - Harga bawang merah di Pasar Induk Malinau naik dari sebelumnya Rp60.000 menjadi Rp65.000 per kilogram, Jumat (3/7/2026). Kenaikan ini dipicu berkurangnya pasokan dari sejumlah daerah sentra produksi.
Kondisi ini telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir, di mana harga bawang merah sebelumnya berkisar antara Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau, Frent Tomy Lucas, menyebut penyebab utamanya berasal dari menyusutnya pasokan di sejumlah sentra produksi. Meliputi Sulawesi, Bima, dan Jawa, tiga wilayah pemasok utama bawang merah ke Malinau.
"Kenaikan harga dipicu berkurangnya volume pasokan dari daerah-daerah tersebut," kata Tomy kepada RRI.
Ia menjelaskan, menyusutnya pasokan itu berkaitan dengan hasil panen yang tidak maksimal di wilayah sentra. Volume panen di sejumlah daerah penghasil dilaporkan turun dari biasanya.
Kondisi itu membuat distribusi bawang merah ke daerah pemasaran menjadi terbatas. Stok yang tersedia di pasaran pun ikut menurun.
Keterbatasan stok tersebut berdampak langsung pada naiknya harga jual, baik di tingkat agen maupun pedagang. "Distribusi yang terbatas membuat stok di pasaran menurun, sehingga harga ikut naik," ujarnya.
Pihaknya memperkirakan harga bawang merah masih berpotensi berfluktuasi dalam waktu dekat. Kondisi itu diperkirakan berlangsung hingga pasokan dari sentra produksi kembali normal.
"Harga bawang merah diperkirakan masih berpotensi mengalami fluktuasi sampai pasokan kembali normal seiring membaiknya musim panen berikutnya," kata Tomy.
Kenaikan ini dikeluhkan konsumen, terutama ibu rumah tangga yang terdampak langsung pada meningkatnya belanja dapur. Salah satunya Rus, warga Malinau Kota, ditemui di Pasar Induk, Jumat pagi.
"Paling terasa sih memang kenaikan harga bawang sama cabai ini. Hampir semua kebutuhan lah, nilai uang tetap sama tapi jumlah belanjaan berkurang dari waktu ke waktu, ibaratnya semua naik kecuali gaji," keluhnya. (Ading)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....