Tiga Komoditas Pangan di Malinau Turun, Cabai Keriting Paling Signifikan
- 22 Jun 2026 16:03 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Tiga komoditas pangan di Pasar Induk Malinau mengalami penurunan harga pada Senin (22/6/2026), penurunan paling signifikan terjadi pada cabai merah keriting yang turun sebesar Rp22.500 menjadi Rp81.250 per kilogram.
- Sebagian besar kebutuhan pokok lain seperti beras, minyak goreng, serta bawang merah terpantau bertahan, harga bawang masih di atas kondisi normal.
RRI.CO.ID, Malinau - Tiga komoditas pangan di Kabupaten Malinau mengalami penurunan harga berdasarkan laporan pemantauan harga harian di Pasar Induk Malinau pada Senin (22/6/2026). Meliputi cabai merah keriting, cabai merah besar, dan telur ayam ras.
Data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Malinau menunjukkan penurunan terbesar terjadi pada cabai merah keriting. Harga komoditas tersebut turun Rp22.500 per kilogram, dari Rp103.750 menjadi Rp81.250 per kilogram.
Cabai merah besar juga mengalami penurunan harga sebesar Rp10.000 per kilogram, dari Rp86.250 menjadi Rp76.250 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras turun Rp2.000, dari Rp34.000 menjadi Rp32.000 per kilogram.
Di sisi lain, tidak terdapat komoditas yang mengalami kenaikan harga pada periode pemantauan tersebut. Sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat tercatat bertahan di harga hari sebelumnya.
Harga cabai rawit merah masih bertahan di angka Rp97.500 per kilogram, meski melandai dibanding pekan sebelumnya, namun masih di level mahal menurut konsumen.
Demikian halnya dengan bawang merah, juga tetap berada pada harga Rp58.250 per kilogram, namun masih lebih tinggi dari harga normal di kisaran Rp40.000-Rp45.000 per kilogram.
Komoditas beras berbagai merek tidak mengalami perubahan harga. Beras SPHP Bulog masih dijual Rp13.100 per kilogram, sedangkan beras premium berada pada kisaran Rp16.583 hingga Rp17.550 per kilogram.
Harga minyak goreng juga terpantau stabil. Minyakita tetap dijual Rp15.700 per liter dan minyak goreng kemasan premium Rp25.750 per liter.
Pergerakan harga komoditas hortikultura, terutama cabai, tetap menjadi perhatian karena relatif lebih sensitif terhadap kondisi pasokan dan distribusi. (Ading)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....