Cabai Rawit dan Ikan Kembung di Malinau Naik, Empat Komoditas Turun
- 09 Mar 2026 12:58 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau - Sejumlah komoditas di Pasar Induk Malinau mengalami perubahan harga pada Senin (9/3/2026). Cabai rawit merah dan ikan kembung menjelang 10 hari terakhir Ramadan tercatat mengalami kenaikan dibandingkan harga sebelumnya.
Berdasarkan laporan harian Disperindagkop dan UMKM Malinau, cabai rawit merah naik menjadi Rp85.000 per kilogram dari sebelumnya Rp72.500. Sementara ikan kembung naik menjadi Rp40.000 per kilogram dari sebelumnya Rp35.000.
Pedagang di Pasar Induk Malinau, Rahma, mengatakan kenaikan harga cabai rawit merah dipengaruhi pasokan yang terbatas dalam beberapa hari terakhir.
“Pasokan cabai rawit agak berkurang beberapa hari ini, jadi harga di tingkat pedagang ikut naik,” kata Rahma, Senin (9/3/2026).
Sementara itu, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Cabai merah keriting turun menjadi Rp63.750 per kilogram dari sebelumnya Rp65.000, bawang merah turun menjadi Rp51.250 dari Rp52.500 per kilogram, serta ikan tongkol turun menjadi Rp35.000 dari Rp40.000 per kilogram.
Selain itu, bawang bombai juga tercatat mengalami penurunan harga menjadi Rp31.250 per kilogram dari sebelumnya Rp32.000.
Menurut Rahma, fluktuasi harga komoditas di pasar merupakan hal yang biasa terjadi, terutama pada komoditas hortikultura yang sangat bergantung pada ketersediaan pasokan.
“Harga sayur dan cabai memang cepat berubah, tergantung pasokan atau ketersediaan barang dan permintaan pembeli,” ujarnya.
Di sisi lain, sebagian besar komoditas bahan pokok masih relatif stabil. Harga beras medium tercatat Rp14.417 hingga Rp15.050 per kilogram, sedangkan beras SPHP Bulog Rp13.100 per kilogram.
Sebanyak 42 komoditas lain dari 48 yang dipantau belum mengalami perubahan harga, seperti gula pasir curah dan kemasan masing-masing Rp20.000 per kilogram, minyak goreng kemasan premium Rp25.000 per liter, serta Minyakita Rp15.700 per liter.
Konsumen menilai, stabilnya harga sejumlah bahan pokok membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang meningkatnya aktivitas belanja selama bulan Ramadan.
“Kalau bahan pokok seperti beras, minyak, dan gula masih stabil, masih agak tenang,” kata Santi, ibu rumah tangga di Malinau.