Pasokan Terbatas, Harga Sayur Naik di Malinau

  • 17 Feb 2026 23:42 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - Meningkatnya aktivitas masyarakat di pasar jelang Ramadan, membuat harga sayur-mayur mengalami kenaikan.

Namun, kenaikan harga itu tidak dipengaruhi tingginya permintaan melainkan karena berkurangnya pasokan sayuran akibat kemarau.

Seperti gambas yang dijual seharga Rp15.000 per ikat, naik dari harga sebelumnya yang lebih terjangkau. Pare melonjak hingga Rp20.000 per ikat dan sawi menjadi Rp8.000 per ikat. Timun bahkan menjadi primadona mahal dengan harga mencapai Rp22.000 per kilogram, karena harus didatangkan dari luar daerah.

“Timun didatangkan dari Sebuku, jadi harganya lebih tinggi,” ujar Riska, salah satu pedagang di Pasar Induk Malinau, Selasa (17/02/2026).

Ia mengungkalkan kenaikan harga ini selain dipicu keterbatasan pasokan lokal, juga terkait perubahan cuaca setelah musim kemarau. Curah hujan yang tidak menentu membuat hasil panen petani menurun drastis, sehingga berdampak langsung pada distribusi dan ketersediaan sayur di pasar. Beberapa jenis sayuran bahkan harus didatangkan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (Eni/sti)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....