Launching Batik Kemilau, Agenda Malinau Utara di Festival Irau

  • 24 Sep 2025 20:45 WIB
  •  Malinau

KBRN, Malinau : Perayaan Irau ke-11 Kabupaten Malinau mulai 7 hingga 26 Oktober 2025 mendatang akan menjadi momen istimewa bagi Kecamatan Malinau Utara. Untuk pertama kalinya, Batik Kemilau akan diperkenalkan sebagai karya budaya yang lahir dari keberagaman enam etnis besar di wilayah tersebut.

‎Camat Malinau Utara, Nopis Muhramsyah Ishak, menyebut kehadiran Batik Kemilau menjadi identitas baru yang merepresentasikan keragaman daerah. “Motifnya terinspirasi dari enam etnis di Malinau Utara. Kami ingin karya ini menjadi wadah persatuan budaya,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).

‎Motif lintas etnis dalam Batik Kemilau dirancang melalui proses kreatif yang melibatkan perajin lokal. Dengan cara itu, nilai budaya tetap tertanam di setiap helai kain, sekaligus membuka peluang bagi perajin batik untuk lebih berkembang.

‎Salah satu yang ikut terlibat adalah brand Pinungoh Langsat Lisumali dari Desa Salap, yang selama ini konsisten mengembangkan batik tulis dan cap. Malinau Utara sendiri dikenal sebagai kecamatan dengan jumlah desa terbanyak di Kabupaten Malinau, yakni 12 desa.

‎Enam etnis besar mendiami wilayah ini, meliputi Tidung, Abay, Punan, Lundayeh, Tahol, dan Dayak Tinggalan. Ragam budaya inilah yang kemudian menjadi inspirasi utama bagi lahirnya Batik Kemilau.

‎Pada malam pembukaan Irau, Batik Kemilau akan tampil melalui peragaan busana khas daerah. Para perajin lokal dilibatkan langsung, untuk menunjukkan hasil karya, juga sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas mereka.

‎Peluncuran ini sekaligus dipandang sebagai momen penting bagi UMKM batik di Malinau Utara. Ajang budaya dua tahunan itu diharapkan menjadi sarana strategis untuk memperluas jangkauan karya lokal, serta mempertegas bahwa Batik Kemilau lahir sebagai kebanggaan bersama yang membangkitkan semangat perajin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....