Produk Warga Dibeli Desa untuk Irau, Hindari Kerugian UMKM

  • 24 Sep 2025 11:45 WIB
  •  Malinau

KBRN, Malinau : Untuk menghindari kerugian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kecamatan Mentarang Hulu menerapkan kebijakan agar setiap desa membeli lebih dulu produk warganya sebelum dibawa ke Festival Budaya Irau ke-11 Malinau.

‎Langkah ini dimaksudkan sebagai bentuk perlindungan sekaligus dorongan partisipasi warga pedalaman dalam ajang budaya dua tahunan tersebut. Camat Mentarang Hulu, Paris, menjelaskan kebijakan tersebut diterapkan agar pelaku UMKM tidak khawatir jika produk yang dibawa tidak laku.

‎“Kami membuat kebijakan agar semua produk masyarakat desa dibeli oleh pemerintah desa. Jadi nanti pemerintah desa yang menjual di stand. Ini agar masyarakat tidak rugi setelah berusaha memproduksi,” ungkapnya, Rabu (24/9/2025).

‎Dengan kebijakan ini, partisipasi warga pedalaman diharapkan semakin kuat, sekaligus memberi jaminan ekonomi bagi para perajin. Festival Budaya Irau pun tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga wahana promosi sekaligus perlindungan bagi UMKM pedalaman Malinau.

‎Produk yang dipasarkan meliputi parang, tombak, senjata ikan, hingga kerajinan berbahan lokal seperti anjat dan tampi. Seluruh hasil produksi tersebut nantinya dipasarkan melalui stan UMKM yang tersedia selama festival.

‎Paris menegaskan, persiapan masyarakat sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu. Antusiasme warga terlihat tinggi, termasuk di sektor usaha yang mulai menyiapkan produk untuk dipamerkan.

‎“Teman-teman dari desa sudah ada yang turun. Persiapan sudah berjalan. Para pelaku usaha juga menyiapkan produk sesuai dengan usaha mereka di desa masing-masing. Intinya, antusiasme masyarakat terhadap Irau ini sangat tinggi,” ujarnya.

‎Perjalanan menuju Malinau dari wilayah pedalaman yang sulit dan penuh tantangan tidak menyurutkan semangat para pelaku UMKM. Paris mencontohkan Desa Long Pala, yang merupakan desa terjauh di kecamatan tersebut, yang membutuhkan waktu hingga dua hari perjalanan.

‎Warga harus menumpang ketinting hingga Long Berang, bermalam, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan longboat menuju ibu kota kabupaten. “Walaupun dengan biaya sangat tinggi, semangat masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini luar biasa,” jelasnya.

‎Untuk memastikan partisipasi berjalan baik, pihak kecamatan juga telah membentuk panitia khusus yang bertugas mengoordinasikan setiap desa agar kegiatan budaya, olahraga, maupun UMKM dapat berkontribusi dalam festival.

‎“Kami sudah bentuk panitia penyelenggara di tingkat kecamatan yang mengatur kegiatan mana saja yang bisa diikutsertakan,” pungkasnya.

Hal ini menjadi bagian dari langkah persiapan Kecamatan Mentarang Hulu untuk menyambut pesta budaya dua tahunan, Irau ke-11 Kabupaten Malinau yang dijadwalkan berlangsung mulai 7-26 Oktober 2025.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....