Perajin Antusias Padati Irau Malinau dengan Produk Khas ‎

  • 24 Sep 2025 07:36 WIB
  •  Malinau

KBRN, Malinau : Irau Malinau ke-11 yang akan dibuka pada 7 Oktober 2025 menjadi magnet tersendiri bagi para perajin dari berbagai penjuru. Tidak hanya menampilkan seni dan tradisi, ajang dua tahunan ini juga membuka ruang luas bagi usaha mikro untuk menawarkan produk mereka kepada masyarakat dan wisatawan.

‎Ratusan lapak disediakan panitia untuk menampung lebih dari 500 pelaku usaha. Mulai dari kerajinan tangan, kuliner, hingga hasil pertanian lokal dipamerkan di arena Irau. Kehadiran panggung budaya yang menampilkan seni lintas etnis membuat suasana kian meriah sekaligus memberi peluang promosi yang lebih luas.

‎Salah satu peserta, Marsiti Merang dari Bahau Hulu, mengaku sudah menyiapkan 20 unit saung khas Dayak Kenyah serta anyaman berupa tas, topi, dan gelang. Ia menjelaskan, pembuatan saung memerlukan waktu hingga sebulan penuh, mulai dari pengolahan bambu hingga proses pengeringan.

‎“Motifnya beragam, seperti Lepu’ Ke, Lepu’ Ma’ut, dan Uma’ Lung,” ungkap Marsiti. Harga produk yang ia tawarkan berkisar Rp250 ribu sampai Rp1 juta tergantung ukuran dan detail motif.

‎Menurutnya, Irau selalu membawa dampak positif terhadap penjualan karena permintaan meningkat dibanding hari-hari biasa. “Event ini jadi waktu paling tepat untuk menjual hasil kerajinan,” tambahnya.

‎Hal serupa dirasakan Ubung Anem, perajin lain yang menggantungkan hasil penjualan pada momen Irau. Ia menyebut pendapatan dari acara ini biasanya digunakan untuk menunjang kebutuhan keluarga dan pendidikan anak.

‎“Kalau ada Irau, hasil penjualan jauh lebih baik. Kami berharap banyak pengunjung yang membeli,” katanya.

‎Irau Malinau ke-11 dipandang sebagai ajang pelestarian budaya, juga sarana menggerakkan ekonomi lokal. Perayaan ini diharapkan mampu memperluas pasar produk khas Malinau sekaligus memperkuat identitas daerah di mata publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....