Bangkitkan Nilai Tambah Gaharu di Desa Laban Nyarit

  • 30 Agt 2025 11:40 WIB
  •  Malinau

‎KBRN, Malinau : Indra Hasan, petani dari Desa Laban Nyarit, mengubah cara pandang masyarakat terhadap gaharu. Dulu ia hanya menjual totok gaharu mentah dengan harga murah, padahal proses mendapatkannya di hutan penuh risiko dan kerja keras.

‎Kini, bersama Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), ia mengolah gaharu menjadi minyak atsiri yang bernilai lebih tinggi. Produk turunan lain seperti minyak kayu putih dan minyak sereh juga berhasil diproduksi, sehingga membuka peluang pasar baru bagi kelompoknya.

‎“Dulu hanya bawa pulang sekarung totok gaharu. Sekarang dari penyulingan kami bisa membawa harapan untuk keluarga,” ujar Indra, Sabtu (30/8/2025). Ia menilai inovasi ini menjadi kunci agar hasil hutan bisa memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat desa.

‎Meski demikian, keterbatasan akses pasar masih menjadi kendala. Produk atsiri belum sepenuhnya menembus pasar luas, sehingga keberlanjutan usaha masih bergantung pada event dan pameran.

‎Melalui pelatihan branding produk yang diselenggarakan Disperindagkop dan UMKM Malinau, Indra berharap bisa memperluas jaringan pemasaran. Ia optimis minyak atsiri Laban Nyarit bisa bersaing dan dikenal di tingkat regional maupun nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....