Anyaman Rotan Jadi Identitas Desa Metut
- 30 Agt 2025 11:31 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau : Produk yang dihasilkan dari anyaman rotan menjadi identitas baru bagi warga Desa Metut, Kecamatan Malinau Selatan Hulu. Martina Ipung, warga setempat mengaku, tidak pernah menyangka keterampilan menganyam rotan mampu mengubah jalan hidupnya.
Tiga tahun lalu ia belum mengenal cara menganyam, bahkan menganggap kegiatan itu kuno dan rumit. Melalui pendampingan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, Martina belajar dari nol hingga akhirnya bisa menghasilkan produk unik berupa bando, gantungan kunci, hingga tas berciri khas Dayak Punan.
Kini, hampir separuh perempuan di Desa Metut menggantungkan penghasilan dari anyaman rotan. Meski sempat hanya mengenal rotan sebatas untuk produk tas dan anjat, Martina membuktikan inovasi bisa lahir dari warisan tradisi.
Produk yang ia buat membawa cerita desa, budaya, dan identitas perempuan Punan. “Dulu saya tidak percaya bisa, sekarang saya ingin agar kelompok di kampung bisa sama-sama berkembang,” katanya, Sabtu (30/8/2025).
Namun di balik semangat itu, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Pasar produk anyaman rotan masih terbatas, penjualan banyak bergantung pada event, sehingga pemasukan tidak selalu stabil.
Melalui pelatihan manajemen dan branding produk yang digelar Disperindag Malinau, Martina berharap ilmunya dapat memperkuat pemasaran. Baginya, anyaman rotan merupakan kebanggaan desa yang layak dikenal lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....