Dengan Sentuhan Kreatif Kerajinan lokal Tampil Modern dan Di Gemari

  • 26 Apr 2025 16:05 WIB
  •  Malinau

KBRN, Malinau : Perjalanan dan semangat dalam melestarikan budaya disampaikan tiga wanita kreatif kabupaten Malinau di dialog bersama RRI Malinau di program Mozaik Indonesia dengan tema 'Kiprah perempuan Pelestari Budaya Lewat Kerajinan Produk Daerah Malinau'.

Mereka adalah Norasikin dari Belanyat Wai, Sulo dari Sulorotan malinau, dan Susi dari Susi Collection Busak Malay. Lewat kreatifitas mereka dalam menciptakan sebuah produk bahan-bahan lokal seperti rotan dan kain batik diubah menjadi produk kekinian yang disukai banyak orang.

Norasikin misalnya mengolah rotan menjadi sebuah tas etnik yang punya ciri khas tersendiri versi Belanyat wai. Ia terus berinovasi agar produknya bisa disukai berbagai kalangan.

"Kita harus ikuti perkembangan zaman. Jadi kami buat tas rotan dengan berbagai ukuran, dari kecil,sedang sampai besar, dan desainnya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Anyaman dari pengrajin lokal ia kreasikan menjadi model tas yang cocok dipakai sehari-hari, bahkan untuk acara formal. Norasikin juga rajin mengikuti perkembangan tren melalui media sosial agar produk lokal Malinau pun dapat di kembangkan sesuai perkembangan tren yang ada.

Demikian pula Sulo dari Sulo Rotan Malinau dengan mengikuti perkembangann zaman dan tren yang ada, dan tetap bekerja sama dengan pengrajin rotan lainnya dalam menciptakan suatu karya tas dengan mengusung kearifan lokal.

"Kami ambil bahan baku dari pengrajin lokal, mereka membuat anyaman dengan motif khas, lalu kami olah jadi tas yang lebih modern," ujarnya.

Dengan konsep kolaborasi ini, produk Sulorotan punya banyak variasi dan tetap menjaga nilai budaya. Desainnya dibuat mengikuti tren agar anak muda juga tertarik memakai produk lokal.

Sementara itu, Susi dari Susi Collection Busak Malay fokus mengembangkan batik khas Malinau. Ia ingin batik bisa digunakan siapa saja dan di mana saja. "Kami padukan warna-warna cerah dengan desain yang khas agar batik bisa dipakai bukan cuma di acara resmi, tapi juga cocok untuk nongkrong atau kerja," ungkap Susi.

Lewat koleksinya, Susi membuat batik tampil lebih santai dan kekinian, sehingga anak muda pun tertarik memakainya.

Ketiga perempuan ini punya tujuan yang sama mengenalkan dan membanggakan budaya Malinau lewat produk lokal. Mereka terus menyesuaikan diri dengan zaman, berinovasi, dan tak ragu berkolaborasi.

Dan hasilnya Produk budaya khas Malinau kini tampil modern, menarik, dan makin diminati masyarakat.

Hal tersebut membuktikan bahwa budaya bisa tetap hidup jika dikemas dengan cara yang kreatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....