Pasokan Lokal Minim, Telur Rawan Alami Kenaikan Harga
- 21 Feb 2025 13:27 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau: Ketergantungan tinggi pada pasokan luar daerah membuat harga telur di Kabupaten Malinau rentan mengalami kenaikan. Pasalnya, hanya 10 persen dari total pasokan telur yang diproduksi peternak lokal, sementara selebihnya didatangkan dari luar, terutama dari Sulawesi.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Malinau, Yeni Erlena, menjelaskan bahwa keterbatasan produksi lokal ini menjadi faktor utama yang membuat harga telur di Malinau mudah berfluktuasi, terutama ketika distribusi dari luar daerah mengalami kendala.
“Pada Januari lalu, harga telur sempat naik karena ada gangguan pengangkutan. Kapal yang biasanya membawa pasokan dari Sulawesi mengalami kerusakan, sehingga pengiriman terhambat. Pedagang pun beralih ke pemasok di Tanjung Selor dan Berau, namun biaya pengangkutan dari sana lebih mahal,” ungkap Yeni, Jumat (21/2/2025).
Selain itu, ia menambahkan bahwa harga dari pemasok baru cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan harga dari pemasok langganan, sehingga turut mendorong kenaikan harga di pasaran.
Kondisi ini menunjukkan bahwa keterbatasan pasokan lokal membuat harga telur di Malinau rentan mengalami kenaikan, terlebih ketika ada gangguan distribusi dari luar daerah. Oleh karena itu, diperlukan strategi jangka panjang untuk meningkatkan produksi telur lokal agar ketergantungan terhadap pasokan luar bisa dikurangi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....