Sensus Ekonomi Malinau 2026, Puluhan Petugas Lapangan Disiapkan
- 02 Jun 2026 19:27 WIB
- Malinau
Poin Utama
- BPS Malinau menyiapkan 91 petugas lapangan melalui empat gelombang pelatihan menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
- Pendataan seluruh aktivitas usaha di Kabupaten Malinau akan berlangsung 15 Juni–31 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Malinau - Persiapan Sensus Ekonomi 2026 semakin matang melalui pelatihan petugas lapangan yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Malinau mulai pekan ini. Sebanyak 91 petugas akan diterjunkan untuk mendata aktifitas usaha di seluruh wilayah Kabupaten Malinau.
Kepala BPS Malinau, Yanuar Dwi Christyawan, saat ditemui RRI usai membuka kegiatan pelatihan di Hotel MC Malinau, Selasa (2/6/2026) mengatakan, pelatihan petugas dilaksanakan dalam empat gelombang yang terbagi dalam empat kelas.
Tiga kelas pelatihan digelar untuk petugas di wilayah perkotaan yang mencakup empat kecamatan, dan satu kelas untuk wilayah Apau Kayan, mencakup petugas dari Kecamatan Kayan Selatan, Kayan Hulu, Kayan Hilir, dan Sungai Boh.
"Kita mulai pelaksanaan pelatihan hari ini untuk tatap muka, sebelumnya sudah ada belajar mandiri selama tiga hari, kita jadwalkan hingga 4 Juni 2026. Selanjutnya, dua kelas pelatihan lainnya akan dilaksanakan pada pekan berikutnya untuk wilayah perkotaan," terang Yanuar Selasa pagi.
Pembagian jadwal mempertimbangkan efisiensi waktu bagi petugas dari wilayah terpencil agar dapat segera kembali ke daerah tugas masing-masing. Sebab, akses menuju beberapa wilayah seperti Bahau Hulu dan Pujungan masih bergantung pada jadwal transportasi udara.
Yanuar menambahkan pelaksanaan pendataan lapangan akan dimulai pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Selama periode tersebut, seluruh aktifitas usaha di Kabupaten Malinau, baik UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), maupun usaha UB (usaha besar) akan menjadi sasaran pendataan.
"Pelaksanaan lapangan mulai tanggal 15 Juni sampai 31 Agustus. Seluruh UMKM akan didata oleh 91 petugas yang sudah kami siapkan," katanya.
Sementara itu, untuk pendataan usaha besar seperti sektor perbankan dan perusahaan berskala besar lainnya, akan dilakukan langsung oleh petugas BPS. "Untuk usaha besar nanti teman-teman BPS yang turun langsung ke lapangan karena data dan neracanya biasanya lebih kompleks," tutur Yanuar. (Sti)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....