PDRB Malinau 2025 Capai Rp18,84 Triliun

  • 09 Apr 2026 16:22 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • PDRB Kabupaten Malinau tahun 2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp18,84 triliun dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,56 persen.
  • Sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi penyumbang terbesar ekonomi Malinau dengan kontribusi sekitar 52,97 persen.
  • Kepala BPS Kabupaten Malinau, Yaniar Dwi Christyawan menyebut kenaikan PDRB menjadi sinyal positif meski terjadi penurunan produksi batubara.

RRI.CO.ID, Malinau - Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) Kabupaten Malinau tahun 2025 tercatat mencapai Rp18.842,47 miliar dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Data tersebut mengacu pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terkait PDRB 2025 yang menggambarkan perkembangan aktivitas ekonomi daerah berdasarkan seluruh lapangan usaha.

Nilai PDRB Kabupaten Malinau atas dasar harga berlaku (ADHB) tahun 2025 tercatat sebesar Rp18.842,47 miliar. Sementara PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp9.573,71 miliar yang menjadi dasar perhitungan pertumbuhan ekonomi riil daerah.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan indikator makro yang menggambarkan peningkatan produksi barang dan jasa dari berbagai sektor ekonomi dalam suatu wilayah. Data PDRB juga menunjukkan struktur perekonomian Kabupaten Malinau berdasarkan kontribusi masing-masing sektor usaha.

Pada 2025, sektor pertambangan dan penggalian tercatat sebagai penyumbang terbesar terhadap PDRB Kabupaten Malinau dengan kontribusi mencapai sekitar 52,97 persen. Kontribusi terbesar berikutnya berasal dari sektor konstruksi yang menyumbang sekitar 16,72 persen terhadap total perekonomian daerah.

Sementara sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tercatat memberikan kontribusi sebesar 9,37 persen terhadap struktur ekonomi Kabupaten Malinau. Selain itu, sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan maupun motor berkontribusi sekitar 4,55 persen terhadap PDRB daerah.

Sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib juga memberikan kontribusi sebesar sekitar 5,03 persen terhadap perekonomian Kabupaten Malinau. Adapun sektor lainnya seperti industri pengolahan, transportasi, pergudangan, penyediaan akomodasi, makan minum, jasa pendidikan, kesehatan serta berbagai sektor jasa lainnya masing-masing memiliki kontribusi relatif lebih kecil dengan porsi di bawah lima persen.

Laporan BPS juga mencatat bahwa dibandingkan dengan kondisi beberapa tahun sebelumnya, terdapat perubahan peran sejumlah sektor dalam struktur ekonomi daerah. Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan serta sektor konstruksi tercatat mengalami tren peningkatan kontribusi terhadap PDRB Kabupaten Malinau.

Sebaliknya, sektor pertambangan dan penggalian mengalami tren penurunan kontribusi dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Sementara sebagian sektor lainnya relatif stabil dengan kontribusi yang tidak mengalami perubahan signifikan dalam struktur perekonomian daerah.

Data perkembangan PDRB juga menunjukkan tren peningkatan nilai ekonomi Kabupaten Malinau dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2016, nilai PDRB Kabupaten Malinau atas dasar harga berlaku tercatat sekitar Rp7.288,64 miliar dan terus meningkat hingga mencapai Rp18.842,47 miliar pada tahun 2025.

Kenaikan tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan aktivitas ekonomi daerah dalam kurun waktu hampir satu dekade terakhir meskipun mengalami dinamika pada beberapa periode tertentu.

Kepala BPS Kabupaten Malinau, Yaniar Dwi Christyawan mengungkapkan bahwa kenaikan PDRB ini menjadi sinyal positif pergerakan ekonomi lebih baik di masa terjadinya penurunan produksi komoditas batubara yang merupakan penyumbang terbesar di Kabupaten Malinau. (Ading)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....