15 Ribu Pelajar Potensi Besar Tumbuhkan Budaya Menabung
- 31 Jul 2025 16:48 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau : Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, jumlah anak-anak usia 0–17 tahun di Indonesia mencapai sekitar 75,6 juta jiwa atau sepertiga dari total penduduk. Namun, survei juga menunjukkan bahwa literasi dan inklusi keuangan untuk kelompok usia 15–17 tahun masih cukup rendah.
Yaitu literasi hanya 51,7 persen dan inklusi 74 persen. Artinya, masih banyak anak muda yang belum benar-benar memahami atau menggunakan layanan keuangan secara optimal.
Hal itu disampaikan Yulianta, Deputi Direktur pengawas perilaku pelaku usaha jasa keuangan dan perlindungan konsumen (PEPK) Otoritas jasa Keuangan (OJK) Wilayah Kaltim dan Kaltara saat menyampaikan sambutan di acara Hari Indonesia Menabung (HIM) Malinau-Literasi Dan Inklusi Keuangan Pelajar di Aula SMN 1 Malinau Kota, Kabupaten Malinau pada Rabu (30/7/2025) pagi.
“Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting sebagai upaya bersama dalam membangun pemahaman keuangan yang baik sejak usia sekolah,” ungkap Yulianta.
Di Kabupaten Malinau sendiri, sebut Yulianta, Dinas Pendidikan mencatat saat ini terdapat 110 SD dan 43 SMP. Dengan jumlah peserta didik aktif 10.490 pelajar SD dan 4.869 pelajar SMP (baik negeri maupun swasta).
“Ini merupakan potensi besar untuk menumbuhkan budaya menabung dan mengembangkan ekosistem keuangan yang sehat di tingkat local khususnya dalam program satu rekening satu pelajar atau simpanan pelajar (simpel),” terangnya.
Dijelaskan Yulianta, HIM diperingati setiap 20 Agustus melalui Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 lalu. Hal ini menjadi momentum nasional untuk mendorong masyarakat agar lebih aktif menabung di lembaga jasa keuangan formal. “Dalam konteks ini, HIM juga menjadi bagian dari upaya besar dalam mendukung strategi nasional inklusi keuangan,” ujarnya.(*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....