Harga Emas Antam Masih Fluktuatif, Hari Ini Menguat Rp20 Ribu per Gram

  • 13 Agt 2026 16:57 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam menguat sebesar Rp20.000 per gram pada perdagangan Kamis (13/8/2026), mencapai Rp2.700.000 per gram.
  • Penguatan harga emas terjadi setelah sehari sebelumnya mengalami koreksi sebesar Rp30.000 per gram.
  • Berdasarkan pembaruan harga resmi Antam pada pukul 08.38 WIB, harga emas naik dari posisi Rp2.680.000 menjadi Rp2.700.000 per gram.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam kembali menguat sebesar Rp20.000 per gram pada perdagangan Kamis (13/8/2026), setelah sehari sebelumnya mengalami koreksi sebesar Rp30.000 per gram.

Berdasarkan pembaruan harga Antam pada pukul 08.38 WIB, harga emas naik dari posisi sebelumnya Rp2.680.000 menjadi Rp2.700.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback tercatat Rp2.546.000 per gram, setelah penguatan Rp30.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga buyback kini sebesar Rp154.000 per gram.

Investor emas di Malinau, Maya, menilai pergerakan harga emas dalam beberapa hari terakhir menunjukkan pola yang cukup fluktuatif. Menurutnya, kenaikan dan penurunan dalam kisaran puluhan ribu rupiah masih tergolong normal.

"Kita bisa lihat ritmenya fluktuatif ya harga emas beberapa hari terakhir, naik beberapa puluh ribu, turun lagi dengan nilai yang nggak jauh berbeda, dan siklusnya terus berulang, ini masih normal menurut saya," ujar Maya.

Ia mengatakan, kondisi tersebut tidak semestinya membuat investor yang memiliki orientasi jangka panjang terburu-buru mengambil keputusan. Konsistensi, menurutnya, menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen simpanan.

"Konsisten aja buat yang sudah terbiasa simpan, sesuaikan dengan dana dingin," katanya.

Maya juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan dana untuk kebutuhan sehari-hari ketika membeli emas sebagai investasi karena dapat berpotensi mengalami kerugian apabila emas dijual kembali dalam waktu singkat.

"Jangan gunakan dana untuk kebutuhan sehari-hari karena emas ini pasti rugi kalau dijual cepat karena ada spread harga atau selisih harga jual dan harga beli," jelasnya.

Menurut Maya, selisih harga jual dan buyback perlu menjadi pertimbangan sebelum masyarakat memutuskan membeli emas. Dengan memahami spread tersebut, investor dapat menentukan tujuan dan jangka waktu penyimpanan emas secara lebih realistis. (Ading)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....